telusur.co.id – Persaudaraan Alumni (PA) 212 meminta DPR membentuk Panitias Khusus (Pansus) terkait kerusuhan di Mako Brimob beberapa waktu lalu.

Demikian disampaikan Ketua DPP PA 212 Slamet Maarif dalam pertemuan dengan Wakil Ketua DPR Fadli Zon di Komplek Parlemen, Senayan Jakarta, Rabu (16/5/18).

“Mendesak DPR RI untuk segera membentuk Pansus terkait kerusuhan di Rutan Salemba Cabang Mako Brimob Kelapa Dua Depok pada Tanggal 8 Mei 2018 lalu yang mengakibatkan 5 orang Polisi dan 1 orang Narapidana meninggal Dunia serta 4 Polisi lainnya luka -luka,” kata Slamet

Selain mendesak pembentukan Pansus PA 212 juga meminta DPR mendesak pemerintah bersikap tegas dan keras pada Israel dan Amerika Serikat (AS) yang telah mendirikan kantor kedutaan di wilayah Yerusallem.

“Kami juga meminta kepada Presiden (Joko Widodo-red) untuk mengumumkan bahwa Jerussalem adalah Ibukota Palestina,” ungkapnya.

Kemudian, sambung Slamet, PA 212 meminta Senayan untuk mengevaluasi dan mengkaji secara benar RUU dan Perppu tentang terorisme.

“Agar tidak melanggar hak-hak Kewarganegaraan dan Hak Azasi Manusia, bila perlu membatalkan jika dianggap dapat menciptakan disintegrasi bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” pungkasnya.[far]

Bagikan Ini :