telusur.co.id – Pernyataan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang menyalahkan kebijakan pemerintahan sebelumnya mendapat reaksi dari mantan presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Dalam akun twitternya, mantan menkopolhukam era presiden Megawati Soekarnoputri mengatakan, bahwa dirinya selalu mengikuti perkembangan kebijakan pemerintah Jokowi.

Menurutnya pernyataan mantan Walikota Solo yang menyalahkan kebijakannya selama menjadi Presiden salah besar.

“Saya mengikuti percakapan publik, termasuk di media sosial, menyusul pernyataan Presiden Jokowi yg salahkan kebijakan SBY 5 th lalu,” ungkap SBY dalam akun twitternya, Selasa.

Statemen SBY tersebut mendapat dukungan dari para netizen. @duta_kurniawan menilai pemerintahan Jokowi tak perlu menyalahkan pemerintahan sebelumnya. Pasalnya di era Jokowi Hutang Indonesia semakin hari semakin membengkak.

“logikanya gini aja pep,kalau kebijakan pepo yg salah tapi bisa lunasin hutang..nah kebijakan jokowi..lebih salah lagi..dia malah nambah hutang ..kan bego namanya,” ucapnya menyikapi tulisan SBY, Rabu (16/5/18).

Sementara itu @ariffuadhassan mengingatkan Jokowi pada saat kampanye Presiden 2014 lalu yang mengatakan bahwa Indonesia memiliki keuangan kuat sehinggaa tinggal melakukan pekerjaan. “katanya uangnya ada, tinggal kerja.
Eh ternyata.”

@Abu_Kholili menuturkan pemerintahan SBY jauh lebih baik dibandingan pemerintah saat ini. “Zaman Bapak jauh lebih baik daripada zaman Jokowi berkuasa. Pencitraan gaya Jokowi telah membuat sengsara rakyat. Hormat saya untuk Bapak SBY,” ucapnya.

@yusuf_iye mengatakan, Sampai kapan Jokowi terus menerus menyalahkan presiden terdahulu ? Ini bukti kalau Jokowi memang tidak mampu memimpin bangsa ini.

Diketahui Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebelumnya, menyampaikan kebijakan Bahan Bakar Minyak (BBM) satu harga di seluruh daerah sudah dapat diterapkan di berbagai daerah di Indonesia. Hal itu bisa diterapkan saat pemerintah telah mencabut subsidi BBM.

Sedangkan, pada pemerintahan sebelumnya, terdapat subsidi BBM sebesar Rp 340 triliun. Namun, ia mempertanyakan mengapa BBM satu harga tak bisa diterapkan di seluruh daerah di Indonesia pada saat itu.

“Dulu subsidi Rp 340 triliun kenapa harga nggak bisa sama. Ada apa? Kenapa nggak ditanyakan? Sekarang subsidi sudah nggak ada untuk di BBM, tapi harga bisa disamakan dengan di sini. Ini yang harus ditanyakan. Tanyanya ke saya, saya jawab nanti. Ini yang harus juga disampaikan ke masyarakat,” ujar Jokowi.[far]

Bagikan Ini :