Oleh : Dr. H. Chazali H. Situmorang, APT,M.Sc

Mudah-mudahan dengan ijin Allah SWT, lusa Kamis 17 Mei 2018, kita memasuki bulan Ramadhan 1439 H. Bulan Ramadhan adalah waktu spesial bagi ummat Islam untuk melakukan pencucian hati, akumulasi pahala, mengeliminasi dosa, dan pengumpulan asset kehidupan yang penuh berkah dan menjadi kekasih Allah.

Bulan suci Ramadhan merupakan bulan kesembilan pada penanggalan Hijriah. Bulan Ramadhan juga menjadi bulan yang paling dirindukan oleh umat muslim   dan kebaikannya sebanding  dengan seribu bulan. Dan tahukah Anda, khusus di bulan Ramadhan amal kebaikan umat muslim akan dibalas dengan berkah pahala yang berlipat ganda? Bahkan bila kita menjalani puasa dengan sempurna, ketika hari lebaran datang, kita akan bersih dari dosa seperti seorang bayi yang baru lahir kembali, disebut dengan Idul Fithri.

Kita memang seharusnya merindukan kedatangan bulan suci Ramadhan lusa ini. Karena banyak ibadah- ibadah yang diberikan peluang pahala besar oleh Allah SWT, yang tidak ada di bulan-bulan yang lain. Sebagai Clearing House, dan mesin pencuci ( laundry), bagi kekotoran kita sebagai manusia baik secara lahiriah maupun batiniah hanya ada  pada waktu 29 atau 30 hari selama 1 tahun yaitu dibulan Ramadhan.

Jika kita klasifikasikan lagi, apa saja yang menjadi kehebatan dan keistimewaan bulan Ramadhan adalah: 1)  Bulan diturunkannya Al-Qur’an.  Bulan Ramadhan ipertama kali kitab suci umat Islam Al-Qur’an diturunkan. Seperti yang tertulis dalam Q.S Al-Baqorah 185 yang bahwa Allah memuji bulan Ramadhan dari bulan-bulan lainnya karena bulan ini dipilih sebagai bulan diturunkannya Al-Qur’an. 2) Amal sholeh yang berlipat ganda. Dalam sebuah hadis dikatakan bahwa bulan Ramadhan adalah waktu dimana kita mendekatkan diri kepada Allah SWT maka nilainya sama dengan tujuh puluh kali lipat dari kewajiban yang dilakukan di bulan-bulan lainnya. Di bulan Ramadhan ini juga, umat muslim berlomba-lomba dalam kebaikan dan menjalankan amalan sholeh lainnya. 3) Bulan penuh berkah Inilah alasan mengapa bulan Ramadhan juga disebut sebagai malam seribu bulan. Karena saat seorang muslim melakukan sebuah kebaikan di bulan Ramadhan, ia akan mendapat keberkahan yang nilainya sama dengan seribu bulan. 4) Bulan pengampunan dosa dan dikabulkannya doa-doa. Dalam sebuah Hadis Riwayat Bukhari dijelaskan bahwa setiap muslim berkesempatan untuk meraih pahala sebanyak-banyaknya bahkan dengan ibadah yang sempurna pada bulan puasa akan menjadikan kita kembali bagaikan seorang bayi yang baru lahir. Di bulan Ramadhan juga, Allah berfirman bahwa setiap doa yang dipanjatkan maka pasti akan dikabulkan. 5) Terdapat malam Lailatur Qadar Malam ini merupakan malam yang didamba-dambakan oleh setiap umat musli saat bulan Ramadhan. Malam yang terdapat di salah satu dari 10 hari terakhir bulan Ramadhan ini merupakan malam yang paling baik diisi oleh doa-doa yang baik dan mukjizat dapat turun di malam Lailatul Qadar.

Ya Allah, pertemukan kami dengan Ramadhan. Bantulah kami Ya Allah untuk menunaikan ibadah puasa dengan sebaik-baiknya dan melakukan Qiyamullail pada malamnya. Ya Allah, terimalah segala amalan kami ini. Amin

Ya Allah … dengan ijinMu… sebentar lagi bulan Ramadhan akan segera menjelang, saya memohon dan berharap Engkau merelakanku untuk bersiap-siap menyambutnya. Saya memohon Engkau akan memberikan kesempatan untukku mendapatkan Ramadhan yang jauh lebih baik dan indah dibandingkan tahun-tahun yang telah lalu”…

Bulan Ramadhan merupakan salah satu nikmat sangat agung yang diberikan kepada umat Islam untuk mendapat ampunan dan rahmat Allah SWT. Di bulan Ramadhan seseorang membutuhkan bekal intelektual dan pengetahuan yang cukup untuk bisa menjadi orang yang bershaum sesungguhnya agar bukan sekadar menahan lapar dan haus. Tetapi  juga membutuhkan kecerdasan emosional yang memadai untuk tetap dapat berjiwa seimbang meski dalam kondisi lapar dan lemah.

Karena itu, latihan mengendalikan emosi dan syahwat harus dimulai sebelum memasuki gerbang Ramadhan. Persiapan fisik yang cukup juga perlu dipersiapkan agar jasad tetap dalam kondisi prima saat menjalani shaum, menyesuaikan pola makan, pola tidur, dan istirahat sesuai bulan Ramadhan juga dapat dipersiapkan sebelumnya. Berolahraga yang cukup dan memilih jenis makanan yang menunjang kesehatan juga menjadi penting.

Modal utama menyongsong  Bulan Ramadh

Insya Allah Ramadhan akan segera tiba, oleh karenanya Setidaknya ada 4 modal utama yang dipersiapkan :

  1. Mempersiapan Nurani (Ruhiyah) Persiapan ruhiyah atau mempersiapkan nurani untuk menyambut bulan Ramadhan merupakan persiapan yang sudah seharusnya dipersiapkan. Persiapan ruhiyah dapat dilakukan dengan cara tazkiyatun nafs/ membersihkan hati dari penyakit-penyakit dalam jiwanya sehingga hati nurani akan bersih dari penyakit-penyakit yang dapat mengganggu ibadah di bulan Ramadhan nantinya. “Dan beruntunglah orang yang menyucikan jiwanya ” (Asy-Syams:9)
  2. Mempersiapan Ilmu Ramadhan (ilmiyah) Ibadah di bulan Ramdhan akan lebih maksimal jika kita mengetahui ilmu-ilmu yang berkaitan dengan bulan Ramadhan yang dapat membekali kita untuk menjalani ibadah di bulan ini, terutama ilmu-ilmu tentang amalan di bulan Ramadhan seperti hikmah puasa Ramadhan, tadarus Al-Quran, shalat Tarawih, i’tikaf di masjid hingga zakat.
  3. Mempersiapkan Fisik (Persiapan Jasadiyah) Puasa identik dengan ibadah yang memerlukan fisik yang prima. Orang yang fisiknya kuat akan lancar dalam menjalankan puasa. Oleh karen itu, kita perlu mempersiapkan fisik kita untuk menjalankan ibadah Ramadhan dengan lancar walaupun saat bekerja.

Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai Allah daripada mukmin yang lemah” (HR.Muslim, Baihaki, Ibnu Majah)

  1. Mempersiapkan Harta (Persiapan Maliyah). Mempersiapkan harta di bulan Ramadhan bukan berarti untuk membeli makanan yang banyak, melainkan untuk amal ibadah seperti infak/shadaqah, zakat mal maupun zakat fitrah, atau memberi makanan buka puasa untuk orang lain.
  2. Perbarui Taubat!. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

كُلُّ ابْنِ آدَمَ خَطَّاءٌ وَخَيْرُ الْخَطَّائِينَ التَّوَّابُون

Setiap keturunan Adam itu banyak melakukan dosa dan sebaik-baik orang yang berdosa adalah yang bertaubat.”

Taubat menunjukkan tanda totalitas seorang dalam menghadapi Ramadhan. Dia ingin memasuki Ramadhan tanpa adanya sekat-sekat penghalang yang akan memperkeruh perjalanan selama mengarungi Ramadhan.

Allah memerintahkan para hamba-Nya untuk bertaubat, karena taubat wajib dilakukan setiap saat. Allah ta’ala berfirman,

وَتُوبُوا إِلَى اللَّهِ جَمِيعًا أَيُّهَا الْمُؤْمِنُونَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ (٣١

Bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, Hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.” (An Nuur: 31).

Taubat yang dibutuhkan bukanlah seperti taubat yang sering kita kerjakan. Kita bertaubat, lidah kita mengucapkan, “Saya memohon ampun kepada Allah”, akan tetapi hati kita lalai, akan tetapi setelah ucapan tersebut, dosa itu kembali terulang. Namun, yang dibutuhkan adalah totalitas dan kejujuran taubat.

Jangan pula taubat tersebut hanya dilakukan di bulan Ramadhan sementara di luar Ramadhan kemaksiatan kembali digalakkan. Ingat! Ramadhan merupakan momentum ketaatan sekaligus madrasah untuk membiasakan diri beramal shalih sehingga jiwa terdidik untuk melaksanakan ketaatan-ketaatan di sebelas bulan lainnya.

Marhaban ya Ramadhan, kita ucapkan untuk bulan suci Ramadhan , karena kita mengharapkan agar jiwa raga kita diasah dan diasuh guna melanjutkan perjalanan menuju Allah Swt.

Ramadhan di hati, Ramadhan ku nanti.

Semoga  Engkau berkenan ya Illahi, Memberiku umur untuk bertemu  Ramadhan lagi.

Ke Pekan Baru cari ikan patin, Enak dimakan di udara dingin,

Mohon maaf lahir dan bathin, Kepada saudaraku kaum muslimin.

Cibubur, 15 Mei 2018.

Sumber ; berbagai artikel di internet.

Bagikan Ini :