telusur.co.id – Bupati Karawang, Cellica Nurrachadiana berjanji akan menerjunkan tim auditor independen ke PT Pindo Deli 2 untuk memeriksa instalasi yang terpasang di pabrik kertas itu.

Hasil audit nantinya akan dijadikan acuan Pemerintah Daerah Kabupaten Karawang dalam mengambil sikap terhadap pabrik yang telah beberapa kali menimbulkan keracunan tersebut.

Cellica mengatakan hal itu saat ditanya tentang langkah yang akan ditempuh Pemerintah Daerah Kabupaten Karawang terkait terus berulangnya peristiwa keracunan gas dari PT Pindo Deli 2.

“Kami telah melihat langsung ke lokasi pabrik bersama Pak Kapolres dan Pak Dandim. Kami ingin memastikan ada apa sebenarnya di Pindo Deli 2,” kata Cellica, di Karawang Kamis (16/5/18).

Menurut dia, instalasi yang terpasang di Pindo Deli 2, memang sudah terlihat karatan. Saat hal itu ditanyakan, pihak pabrik menyebutkan akan mengganti instalasi tersebut paling lambat Juni 2018 ini.

Terkait penyelidikan atas kasus keracunan 16 warga di sekitar pabrik, Cellica menyerahkan hal itu sepenuhnya ke pihak Polres Karawang. Sementara, langkah yang akan ditempuh Pemerintah Daerah Kabupaten Karawang lebih mengarah ke kajian ulang tentang perizinan pabrik Pindo Deli 2.

“Kami harus memastikan apakah masih layak atau tidaknya Pindo Deli 2 beroperasi. Termasuk mempertimbangkan tujuh ratus buruh yang bekerja di pabrik tersebut,” katanya.

Masih menurut Cellica, Pemerintah Daerah Kabupaten Karawang tidak bisa serta merta mengambil langkah tegas atas peristiwa keracunan tersebut. Yang pasti kasus itu akan ditindaklanjuti dengan melibatkan semua pihak.

Sebelumnya, sebanyak 16 warga Kutamekar, Kecamatan Ciampel, keracunan gas yang ke luar dari cerobong asap PT Pindo Deli 2, Senin (14/5/18), sekira pukul 21.00 WIB.

Saat itu warga mengalami mual dan pusing secara bersamaan, bahkan beberapa di antaranya ada yang langsung tak sadarkan diri.

“Para korban dilarikan ke Klinik Pindo Deli, kemudian ada yang dirujuk ke RS Rosella,” jelas Kapolsek Ciampel, Ricky Adipratama.

Sementara Kepala Kepolisian Resor Karawang, Slamet Waloya seusai membesuk para korban di RS Rosella menyebutkan, pihaknya telah memasang garis polisi (police line) di lokasi pabrik. Hal itu dilakukannya sebagai langkah awal penyelidikan.

“Apabila ada unsur kelalaian dalam pelaksanaan atau pengoperasian mesin, nanti kita akan tentukan penyelidikan dan penyidikannya,” ujarnya.[far]

Bagikan Ini :