Ilustrasi/Net

telusur.co.id – Seluruh rumah makan, restoran atau penjual makanan pinggir jalan wajib tutup pada siang hari selama Ramadhan. Selain itu, operasional live musik, diskotek, SPA, panti pijat, karaoke dan tempat hiburan malam juga dihentikan.

Demikian surat imbauan Bupati Bekasi, Neneng Hasanah Yasin yang dikirim kepada para pengusaha hiburan malam. Hal itu dilakukan demi menjaga kekhidmatan ibadah puasa masyarakat tidak terganggu dengan kegiatan tersebut.

“Surat seruan ini sudah kami sebar ke setiap pengelola bersangkutan, agar mereka tidak beroperasi selama bulan Ramadhan. Kalau masih ada yang bandel kami akan tindak tegas,” kata Neneng kepada telusur.co.id di kantornya, Kamis (17/5/18).

Bupati Bekasi berjanji akan melakukan pemantauan terhadap tempat hiburan yang bandel membuka usahanya. Jika itu terbukti pihaknya dengan tegas akan memberikan sanksi.

“Semua kegiatan yang berbau maksiat, perbuatan asusila, prostitusi, dan kegiatan sejenisnya agar menghentikan segala kegiatannya selama-lamanya,” kata dia.

Dirinya menambahkan, pemerintah sengaja mengeluarkan aturan tersebut lantaran sejalan dengan Peraturan Daerah Kabupaten Bekasi Nomor 3 Tahun 2016 tentang Penyelenggaraan Kepariwisataan.

Seruan yang dikeluarkan Pemerintah Daerah Kabupaten Bekasi, kata Neneng, tidak berbeda dengan seruan tahun-tahun sebelumnya. Karena itu, dirinya meminta kepada para pengusaha mematuhi seruan yang berlaku di wilayahnya.

Sementara itu, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP), Hudaya mengungkapkan, jajarannya akan mengintensifkan operasi pekat selama bulan puasa. Hal ini menurutnya serentak dilakukan oleh Satpol PP di Jawa Barat.

Operasi ini misalnya, razia petasan, minuman beralkohol, tempat hiburan malam, dan tempat-tempat yang diduga dijadikan lokasi nongkrong para pekerja seks komersial. “Kegiatan ini, merupakan upaya cipta kondisi selama pelaksanaan puasa,” kata dia.

Dia menambahkan, miras dan PSK ini masuk dalam kategori penyakit masyarakat. Sehingga, harus diminimalisasi. Apalagi, di bulan Ramadhan. Untuk itu, pihaknya akan terus menggelar operasi pekat ini.

Ditegaskan, operasi pekat ini tak hanya akan difokuskan di wilayah perkotaan. Melainkan, seluruh wilayah perbatasan pun akan disisir. Hal ini dilakukan agar masyarakat tak terganggu dengan hal-hal negatif seperti itu. [ipk]

Bagikan Ini :