telusur.co.id – Kekhawatiran akan terjadinya krisis pangan dan bahaya kelaparan mendorong  generasi muda milenial mengambil inisiatif mengampanyekan pentingnya kemandirian dan ketahanan pangan melalui Forum Pendaringan.

Mereka mendesak agar semua pihak secara serius merumuskan langkah-langkah strategis untuk mengantisipasi krisis pangan, yang disebut para ahli, akan sangat sulit terhindar.

Inisiasi Forum Pendaringan Aida Syamsuhadi mengatakan, negara-negara yang mengedepankan kebijakan impor pangan bisa terkena dampak krisis. Bahkan lebih dulu di banding negara negara yang tak mengutamakan impor.

”Kita semua tentu ingin Indonesia secara fundamental kokoh. Sudah saatnya kita mengarahkan fokus perhatian pada penguatan sendi-sendi ketahanan pangan,” ucapnya dalam keterangan tertulis yang diterima, Jakarta, Kamis (17/5/18).

Dijelaskan aida, saat ini Profesi petani, peternak, dan nelayan amat penting. Akan tetapi ketiganya belum merasakan kebijakan yang berpihak.

“Ada sejenis kekuatan yang tak ingin Indonesia tangguh dengan membiarkan petani, peternak, dan nelayan kita tanpa aturan yang mampu melindungi, menjaga, dan merawat kesinambungan.” kata Aida.

Sementara itu Nur Agis Aulia, seorang peternak muda yang telah bergabung di Forum Pendaringan, mengaku telah menggagas penyelenggaraan Kuliah Whatsapp (KulWA) yang ditujukan bagi para petani, peternak, dan nelayan.

Dirinya berharap KulWA, tak hanya sekadar menjadi arena diseminasi pengetahuan atau tukar informasi dari mereka yang telah berhasil menorehkan banyak prestasi di sektor pangan.

”Pendaringan akan kami dorong sebagai tempat untuk mengadvokasi berbagai isu yang dianggap melemahkan kehidupan petani, peternak, dan nelayan di Indonesia. Masa depan para petani, peternak, dan nelayan harus mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi,” tegas Agis.

Agis menerangkan, KulWA Pendaringan lanjut Agis telah di ikuti 1500 peserta dari kalangan petani, peternak, nelayan, mahasiswa, dan umum yang tertarik dengan dunia pangan.

“Di luar peserta yang berasal dari seluruh provinsi yang ada di Indonesia, beberapa di antaranya juga berasal dari sejumlah negara seperti Amerika Serikat, Jepang, Singapura, Korea, hingga beberapa negara di Timur Tengah,” terangnya.

Di kesempatan KulWA, Agis juga menyampaikan ajakan pada generasi milenial untuk menjalani profesi sebagai petani, peternak, dan nelayan. Melalui media sosial ia tengah mensosialisasikan tagar #2019JadiPetaniPeternakNelayan.

”Selama kita masih belum mampu mengonsumsi plastik, mengunyah batu, atau menelan besi, maka selama itu pula profesi petani, peternak, dan nelayan akan selalu dibutuhkan. Saya ingin memberikan manfaat bagi sesama, karena itu saya mengajak kita semua jadi petani, peternak, dan nelayan,” pungkasnya.

Diketahui, World Resources Institute (WRI), Bank Dunia, dan UNDP telah mengingatkan ancaman krisis pangan dan bahaya kelaparan akan terjadi dalam tiga dekade mendatang.

Perselisihan akibat perebutan akses sumber pangan diperkirakan memanas dan menyulut terjadinya perang di banyak tempat.

Konflik regional diduga kuat akan sulit terhindar dan memicu terjadinya banyak kematian. Sementara krisis air bersih, pemanasan global, dan iklim yang makin tak bersahabat ikut memperburuk keadaan.[far]

Bagikan Ini :