Gambar : Net

Oleh : Abu Hanifah – Mulai pagi tadi, kata imsak ini, sangat berwibawa di dlm sebuah keluarga yg sedang menikmati makan sahur. Sejak membangunkan putra-putrinya, kata-kata imsak tèlah dipergunakan sang ibu sbg pemungkas. “Ayo bangun nak, bentar lagi imsak. Ujar sang ibunda kpd anaknya yg tergolek dlm lelapnya tidur

Setiap org yg beriman diwajibkan melaksanakan puasa di dlm bulan Ramadhan. (QS. 2 : 183). Sementara org yg tdk beriman, tetapi mengaku muslim terserah dirinya. Karena dlm ayat tadi disebutkan. “Hai org-org beriman, bukan Hai org-org muslim. Karena org yg beriman pasti muslim. Sedangkan seorang muslim belum tentu beriman. Orang beriman yg akan berpuasa, sebelum fajar harus berniat terlebih dahulu. Apabila tdk berniat maka tdk sah puasanya. Rasulullah SAW, bersabda yg artinya sbb ; “Barang siapa tdk berniat puasa sebelum terbit fajar, maka tdk sah puasa baginya.” (HR. Abu Dawud & Nasa’i)

Puasa itu dimulai sejak terbit fajar, yaitu hingga jelas dan terang antara benang putih dan benang hitam. (QS. 2 : 187). Mulai saat itulah setiap yg berpuasa, menahan diri atau bisa di sebut imsak. Dari makan dan minum serta bercampur dg istri.

Sekarang ini ada kesalahan menempatkan waktu imsak. Sering kita lihat pada jadwal puasa yg di cetak dan dibagi-bagikan kpd masyarakat. Waktu imsak itu sepuluh menit sebelum azan subuh. Sehingga pemahaman masyarakat dimulainya waktu puasa adalah 10 menit sebelum azan. Pada hal itu semestinya hanya bentuk peringatan. Bahwa waktunya tinggal 10 menit lagi, bukan imsak. Inilah sebuah kerancuan yg telah terjadi bertahun-tahun. Karena salah menempatkan waktu imsak. Pada hal, dimulainya menahan diri dari sgl macam yg membatalkan puasa itu, saat azan subuh dikumandangkan. Semoga ke depan masalah waktu imsak ini dpt ditempatkan pada tempat yg tepat.

Salam dari Bekasi.
Kamis, 17 Mei 2018.

abu hanifah

Bagikan Ini :