Net

telusur.co.id – Pengajuan praperadilan organisasi Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI), terkait penghentian penyidikan materiil kasus korupsi yang melibatkan Richard Joost Lino alias RJ Lino, tidak diterima oleh Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Hakim tunggal yang memimpin sidang, Achmad Guntur menilai permohonan MAKI yang meminta agar pengadilan memerintahkan penyidik KPK melimpahkan berkas ke penuntut umum, sudah melewati kewenangan mereka.

“Mengadili dalam eksepsi, menolak eksepsi pemohon seluruhnya dalam perkara permintaan pemohon tidak dapat diterima. Untuk itu pemohon diminta untuk membayar biaya perkara ini. Demikian diputuskan majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan,” kata Hakim Achmad Guntur, pada persidangan yang digelar Kamis sore (17/5/18).

MAKI mengajukan permohonan praperadilan ke PN Jaksel pada 12 April lalu. Mereka menilai KPK seolah tidak lagi melanjutkan proses penyidikan terhadap RJ Lino, padahal dia sudah menyandang status tersangka sejak 2015 lalu.

Sementara, menurut MAKI, KPK sudah mengantongi alat bukti yang cukup dan analisa dari auditor mengenai total kerugian negara yang disebabkan dari pembelian 3 Quay Container Crane (QCC) tahun 2010 lalu yakni mencapai Rp 47 miliar.

Sekedar informasi, ini merupakan kali kedua permohonan praperadilan MAKI tidak diterima oleh PN Jakarta Selatan. Sebelumnya, permohonan serupa juga sudah gak diterima pada September 2017. Saat itu, persidangan dipimpin hakim tunggal, Udjiati. [ipk]

Bagikan Ini :