telusur.co.id – Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan telah melepaskan saham di perusahaan bir, PT. Delta Djakarta Tbk (DLTA). Namun, pelepasan tersebut belum mendapatkan persetujuan dari Dewan Kebon Sirih.

Ketua DPRD DKI Jakarta, Prasetio Edi Marsudi memilai, hendaknya Anies mengkaji dengan matang terkait keputusan tersebut dengan cara melibatkan dewan kebon sirih.

“Keputusan melepaskan saham itu harus dikaji terlebih dahulu dong. Dan juga harus melalui pembahasan di DPRD DKI. Nanti akan diputuskan dalam rapat paripurna,” kata Politikus PDI Perjuangan itu kepada wartawan, Kamis (17/5/18).

Jika paripurna memutuskan ada alasan kuat agar merelakan saham itu dijual, kata Prasetio, maka dewan akan ketok palu mendukung pelepasan saham perusahaan pelat merah daerah itu.

Kemudian, Prasetio menilai, perusahaan bir itu telah berkontribusi kepada pemasukan daerah. Karenanya, sangat disayangkan bila Anies terlalu terburu-buru membuat keputusan.

“Perusahaan itu telah memberikan dividen cukup besar setiap tahunnya. Dan berkontribusi terhadap PAD. Sayang sekali ya kalau sampai dilepas sahamnya,” ungkapnya.

Sebelumnya,  Anies Baswedan beralasan bahwa saham yang berada di PT DLTA dan sudah ditanam sejak tahun 1970, tak memberikan pemasukan yang berarti bagi Pemda. Sebab, dalam setahun Pemda hanya mendapatakaan deviden  sebasar 38 miliar dari  total saham sebesar 26,25 persen. [ipk]

Bagikan Ini :