Pengrajin Lurik/Foto : Net

telusur.co.id – Memasuki bulan puasa ramadhan 1439 H ini, pesanan busana dari kain lurik tenun produk perajin Desa Wirokerten, Kecamatan Banguntapan, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta , mengalami peningkatan dibanding bulan-bulan sebelumnya.

“Dalam bulan puasa ini, banyak pesanan busana kain lurik tenun,  pesanan datang sejak beberapa waktu lalu, kalau jumlahnya sampai saat ini sekitar 500-an pesanan,” kata pengrajin baju dan kain lurik, tenun dan batik kombinasi Aruna Creative Desa Wirokerten Yuliana Fitri di Bantul, Jumat (18/5/18).

Menurut dia, jika dibandingkan pada hari-hari atau bulan biasa rata-rata pesanan sekitar 150 item baik itu outer (baju luaran atasan), busana muslim dan produk lain berbahan dasar kain lurik tenun seperti tas maupun selendang.

“Untuk puasa ini produk yang paling digemari adalah outer tenun, kemudian gamis (busana muslim wanita). Bahkan produk outer terbaru yang kami kembangkan ini su
dah masuk ranah artis, ada salah satu artis yang pesan,” katanya.

Bahkan, menurut wanita berhijab yang  telah menggeluti menggeluti usaha produksi busana lurik tenun selama 1,5 tahun ini mengaku mayoritas pesanan datang dari luar daerah Jogyakarta

“Dalam satu bulan terakhir ini dari luar sudah sekitar 500 pesanan, yang dari lokal jumlahnya tidak seberapa. Semua produk yang kami buat ini kami desain sendiri, jadi dari kain lurik tenun kami buat baju, tas dan kerajinan,” katanya.

Untuk memproduksi busana kain luruk tenun ini,Yuliana Fitri memperkerjakan 10 pekerja, selain busana, industri rumahan mulai dari memotong sampai menjahit ini juga memproduksi sandal, tas, topi, syal dan kalung yang dikombinasi dengan kain lurik tenun.

“Kita ada produk yang midle low, midle up, untuk outer yang midle low kisaran harga mulai Rp150 ribu per buah, sedangkan gamis Rp400 ribu per buah. Kemudian syal lurik tenun harganya Rp50 ribu per buah,” katanya.

Dengan kapasitas produksi kerajinan lurik tenun sekitar 150 buah per bulan, usahanya mampu meraih omzet hasil penjualan mencapai Rp30 juta, sedangkan apabila terdapat pameran omzetnya bisa lebih, Pungkasnya (Red/Ant).

Bagikan Ini :