Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu/Net

telusur.co.id – Sekretaris Jenderal Liga Arab Ahmed Aboul-Gheit mengatakan negara Arab akan menuntut Dewan Keamanan PBB membentuk komite penyelidikan mengenai kejahatan terakhir Israel di Jalur Gaza.

Jika Amerika Serikat menghalangi aksi Arab tersebut sebagaimana perkiraan, maka negara Arab akan melanjutkan ke Sidang Majelis Umum PBB, kata Aboul-Gheit kepada wartawan selama pertemuan itu.

Aboul-Gheit mengatakan Dewan Hak Asasi Manusia PBB dijadwalkan bersidang pada Jumat di Jenewa, dan menyatakan badan tersebut memiliki wewenang untuk membentuk komite bagi peristiwa semacam itu.

Delegasi Liga Arab di New York direncanakan mulai Kamis malam melaksanakan apa yang disepakati selama pembicaraan Kamis di Kairo mengenai pemindahan Kedutaan Besar AS, demikian penegasan pemimpin Liga Arab tersebut.

Menteri Luar Negeri Arab Saudi Adel bin Ahmed Al-Jubeir –yang memimpin pertemuan itu– mengatakan keputusan AS untuk memindahkan Kedutaan Besarnya dari Tel Aviv ke Jerusalem membangkang terhadap hukum internasional dan mengabaikan hak asasi rakyat Palestina.

Menteri Arab Saudi tersebut juga mengutuk pembunuhan puluhan pemrotes Palestina di Jalur Gaza oleh pasukan Israel selama beberapa hari belakangan.

Menteri Luar Negeri Mesir Sameh Shoukry, yang juga berbicara dalam pertemuan itu, mengatakan keputusan AS untuk memindahkan Kedutaan Besarnya batal demi hukum dan takkan memberi penguasa pendudukan, Israel, hak sah apa pun.

“Jerusalem Timur akan tetap menjadi Ibu Kota Palestina,” kata Shoukry. (ham)

Bagikan Ini :