Mahfudz Siddiq/Net

telusur.co.id – Sikap pemerintah yang berencana melakukan import beras sebesar 500 ribu ton dikecam banyak pihak termasuk anggota Komisi IV Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mahfudz Siddiq.

Menurut dia, impor beras yang dilakukan pemerintah akan membuat petani semakin susah. “Petani akan semakin menderita,” ungkap Mahfudz kepada telusur.co.id.

Dikatakan Mahfudz, alasan pemerintah khususnya kementerian perdagangan melakukan tambahan impor beras, karena harga beras di pasar masih tinggi hanya akal-akalan. Justru, dia melihat karena ingin mencari keuntungan dari impor beras.

“Impor itu masalah yang membawa nikmat. Membawa nikmat karena ada keuntungan disana,” bebernya.

Apapun alasan pemerintah, Mahfudz Siddiq menilai pemerintah telah gagal dalam merealisasikan janji-janji politiknya ketika kampanye lalu yang akan melakukan swasembada beras dan kebutuhan lainnya. “Masalah karena melanggar janji swa-sembada pangan,” ucapnya.

Seperti diketahui, pada awal 2018, pemerintah memutuskan untuk mengimpor beras dari Vietnam dan Thailand sebanyak 500 ribu ton untuk memperkuat stok pemerintah. Hal itu juga untuk menekan harga komoditas tersebut yang pada saat itu mencapai Rp 13 ribu per kilogram.

Stok Perum Bulog pada 14 Mei 2018 tercatat sebanyak 1.262.782 ton. Sebanyak 453.787 ton merupakan beras asal impor dan stok komersial sebanyak 106.186 ton. Sementara itu, sisanya merupakan hasil dari serapan Perum Bulog sejak awal 2018. (ham)

Bagikan Ini :