Rupiah dan Dolar/Net

telusur.co.id – Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS terus mengalami pelemahan. Bahkan, dimasa penutupan Jumat sore rupiah melemah hingga Rp 14.155/1$. Menanggapi hal itu, Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo menjelaskan ada beberapa penyebab rupiah melemah. “Ini terjadi karena faktor eksternal dan internal,” ungkapnya kepada wartawan, Jumat.

Jika dilihat dari faktor internal, ujar dia, karena neraca perdagangan Indonesia yang mencatatkan defisit sebesar US$ 1,63 miliar. Banyaknya impor ini terjadi karena persiapan bulan Ramadan. “Neraca perdagangan memang defisit, tapi bulan lalu masih surplus sekitar US$ 1 miliar.”

Masalah lain, soal keamanan dan politik yang terjadi di Indonesia menjadi penyebab rupiah melemah. Namun, kasus teror bom sangat mempengaruhi.

Sedangkan, faktor eksternal BI melihat adanya perkembangan di luar negeri khususnya Amerika Serikat (AS) yang ekonominya membaik. Kemudian kebijakan The Federal Reserve (The Fed) yang akan menaikkan suku bunga tahun ini dan tahun depan turut mempengaruhi gejolak nilai tukar.

Terhitung, sejak April memang pasar sudah berekspektasi akan ada kenaikan bunga The Fed. Tapi berdampak ke dunia termasuk rupiah.

Menurut dia untuk mengatasi hal ini, BI sudah melakukan peningkatan suku bunga acuan BI menjadi 4,5% dari sebelumnya 4,25% untuk menjaga stabilitas dan situasi ekonomi nasional. (ham)

Bagikan Ini :