Foto: net

telusur.co.id – Kasus video penghinaan terhadap Presiden yang menyebut ‘Jokowi kacung gw’ dan mengancam menembak masih terus dipertanyakan. Pertanyaannya, kenapa Jokowi tidak marah atau merespon dikatai kacung, padahal Jokowi adalah kepala negara.

Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah ikut gemas karena kepala negara disebut kacung. Karena itu, politisi PKS ini mengingatkan Jokowi.

“Pak Jokowi, bapak bukan kacung sampai bapak sadar bahwa iman meminta kemurnian dan kita semua adalah hamba Allah saja. Jangan ada yang bisa mengatur karena bapak pemimpin tertinggi. Di atas bapak hanya ada Allah SWT. #AkuKacungAllah,” ujar Fahri melalui akun twitternya, Minggu.

Dijelaskan Fahri, kacung itu, bahasa Jawa yang baik, jadi nama anak laki-laki artinya pesuruh. “Tapi kita telah memberi makna politik. Kacung, jongos dan sejenisnya adalah pertanda ketertinggalan, ketidakberdayaan dan ketertindasan. Hilangnya kemerdekaan. #AkuKacungAllah,” jelasnya.

Dia melanjutkan, dan makna yang mengikutinya, melahirkan perasaan ditindas, dikendalikan, dipakai, dan hilangnya kemerdekaan. “Maka seorang politisi mengatakan, “kita bukan bangsa kacung!” Atau seorang anak ingusan mengatakan, “jokowi kacung gua!”. Ada apa dengan kacung? #AkuKacungAllah,” katanya.

Sebelumnya, beredar video berdurasi 19 detik mendadak viral di media sosial, Instagram, karena memperlihatkan seorang pria bertelanjang dada tengah memegang foto Presiden Jokowi. Pria itu menghina Jokowi dalam video itu.

Pada video yang diunggah, pria itu mengeluarkan kata-kata kasar terhadap Jokowi. Bahkan, dia menantang Jokowi untuk menemuinya.

“Gue tembak orang ini. Gua pasung. Ini kacung gua. Kacung gua. Gue lepasin kepalanya,” ujarnya. (ham)

Bagikan Ini :