Ilustrasi Morot Chopper Jokowi/Net

telusur.co.id – Guna memberi rasa aman kepada masyarakat Kota Surabaya, Jawa Timur, Satuan Lalu Lintas Polrestabes Surabaya di bawah komando Kasat Ajun Komisaris Besar Eva Guna Pan Pandia, menggelar operasi Cipta Kondisi, sejak Sabtu malam (26/5/18) hingga Minggu pagi (27/5/18).

Ada pun operasi Cipkon itu dilakukan di depan Taman Bungkul, Jalan Raya Darmo, Surabaya, Jawa Timur.

Dalam operasi, ada salah satu pengendara sepeda motor modifikasi “Chopper” yang terjaring. Andre Kurniawan, pengendara motor chopper yang dimodifikasi seperti milik Presiden Joko Widodo tersebut, tampak pasrah saat ditindak pidana ringan atau tilang dalam operasi Cipkon itu.

“Kena tilang karena tidak ada kaca spion dan pelat nomornya,” kata pemuda berusia 24 tahun, warga Wonokusumo Surabaya itu.

Dia berdalih memodifikasi sepeda motornya menjadi “Chopper” karena terinspirasi Presiden Jokowi, yang belum lama viral di media sosial, setelah mengendarainya untuk meninjau proyek padat karya di Sukabumi, Jawa Barat, pada 8 April.

Sepeda motor “Chopper” milik Andre adalah modifikasi dari Honda Astrea 800 produksi tahun 1990.

“Saya habis Rp10 juta untuk memodifikasinya biar mirip seperti Chopper Pak Jokowi,” katanya.

Menurut dia, belum dipasangi pelat nomor dan kaca spion karena modifikasinya belum selesai. “Ini rencananya mau diikutkan lomba modifikasi motor ‘Chopper Cup’ di Malang pekan depan. Modifikasinya belum selesai. Rencananya mau saya bawa ke rumah teman di Wonokromo untuk menyelesaikan modifikasinya,” kata dia.

Andre memastikan surat-surat kendaraannya lengkap, kecuali pajaknya mati setahun. Namun karena tidak berpelat nomor, polisi terpaksa mengangkutnya ke Kantor Polrestabes Surabaya untuk disita.

“Kata Pak Polisi, bisa diambil setelah menunjukkan pelat nomor aslinya, serta disuruh melengkapi pembayaran pajaknya yang mati,” kata dia. [ipk]

sumber: Antara

Bagikan Ini :