telusur.co.id– Forum Lingkar Pena Jakarta menggelar diskusi terkait dampak penggunaan smart phone (ponsel pintar) terhadap dunia kepenulisan. Sebab, era digital melalui smartphone dengan beragam aplikasinya, diminta dunia kepenulisan untuk menyesuaikan diri, bila tak ingin tertinggal.

Irfan Azizi seorang penulis yang juga hadir sebagai pembicara, menilai, yang menjadi tantangan bagi penulis di era digital ialah soal tetap menghadirkan sebuah karya yang berkualitas bagus. Karen, karya penulis sangat mudah untuk dipublikasikan melalui beragam media.

“Belum tentu orang yang punya popularitas itu berkualitas, jadi tantangan kedepan adalah bagaimana melahirkan karya yang berkualitas ” uja Irfan di Warung Jamur Sweden, Depok, Jawa Barat, Senin (28/5/18).

Tak hanya itu, sambung Irfan, di era digital ini, dituntut dan dibutuhkan adaptasi kecepatan dalam melahirkan karya tulis. Misal, tutur Irfan, memberikan contoh, sebuah karya jurnalistik dituntut untuk lebih cepat dan update, jika tak ingin ketinggalan dari rivalnya.

“Sekarang para pengusaha ataupun orang-orang yang bergelut di media, saling berlomba-lomba untuk menyajikan berita secara cepat. Kalau telat sedikit akan ditingalkan” bebernya..

Meksi demikian, Ia mengaku bila model dan kualitas dunia penulisan juga mengalami perubahan drastis di era serba internet ini.

“Banyak perusahaan media yang tutup versi cetaknya, mereka lebih banyak bermain di online. Karena mereka sadar berita online lebih mudah diakses dan terus update daripada yang cetak,” tuntasnya.[far]

Bagikan Ini :