Anggota DPD RI asal DKI Jakarta, Dailami Firdaus/foto: net

telusur.co.id – Anggota DPD, Dailami Firdaus mengatakan penemuan E-KTP di Bogor, Jawa Barat tidak bisa dipandang sebelah mata atau sepele. Apalagi e-KTP tersebut adalah milik warga Sumatera Selatan (Sumsel).

“Alasan e-KTP yang rusak dan terjatuh saat sedang dipindahkan dari gudang sementara ke gudang besar menurut saya kurang tepat,” ujar Anggota DPD RI asal DKI Jakarta, Dailami Firdaus, Senin.

Walaupun itu adalah e-KTP rusak, kata dia, permasalahannya bukan sesederhana itu. Dailami mencoba tidak mau masuk kepada opini politis, terkait penemuan e-KTP tersebut diwilayah Bogor Jawa Barat, terlepas disana akan berlangsung pilkada, begitu juga disumatera selatan sendiri.

“Namun titik berat saya adalah, di e-KTP tersebut ada data pribadi dan nomer induk kependudukan yang sangat rawan sekali digunakan untuk kepentingan yang kurang baik atau negatif. Jangan sampai jatuh kepada oknum yang tidak bertanggung jawab,” katanya.

Jadi, jangan dianggap enteng dan remeh kejadian ini, karena itu, ia melihat begitu lemahnya sistem pengamanan yang dilakukan oleh Kemendagri dalam hal ini disdukcapil. “Ini bukan keteledoran, namun jelas-jelas sebuah kelemahan dan ini memperlihatkan bahwasannya pemerintah gagal melindungi hak privasi rakyatnya,” kritik.

Selanjutnya, Kemendagri harus cepat, tepat, serta tegas dan transparan dalam menyelesaikan permasalahan ini, selain karena masih banyak masyarakat yang belum mendapatkan e-KTP juga agar tidak menjadi opini liar dimasyarakat.

Perihal pemusnahan barang bukti e-KTP yang tercecer, menurut Dailami harusnya dilakukan ketika sudah mengetahui bahwa e-KTP itu gagal atau rusak.

“Bukan pada saat terjadi penemuan seperti saat ini dan sudah ramai diperbincangkan, justru dengan menghilangkan barang bukti masyarakat akan lebih bertanya -tanya, kenapa baru sekarang dimusnahkannya,” Pungkas Bang Dailami. (ham)

Bagikan Ini :