Net

telusur.co.id – Setelah melakukan pemeriksaan terhadap seorang Mahasiswa Universitas Tanjungpura (Untan) Pontianak, berinisial FN. Kepolisian Daerah Kalimantan Barat menetapkan pelaku peneriak bom dalam pesawat itu sebagai tersangka.

Penetapan itu sebagaimana disampaikan Kapolda Kalbar, Irjen Didi Haryono saat dikonfirmasi, Selasa (29/5/18).

“(yang bersangkutan) sudah ditahan,” kata dia.

Peristiwa tersebut bermula saat FN mengaku membawa bom di bungkusan yang tertinggal di pesawat, Senin (25/5/18), pukul 18.50 WIB.

Pesawat saat itu sudah dalam keadaan siap take off. Semua penumpang panik Pesawat Lion Air JT 687 tujuan Jakarta yang mengetahui ada bom di pesawat pun panik dan berhamburan keluar.

Akibat Joke Bom FN, pelayanan di Bandara Supadio, Kubu Raya, Kalbar, mengalami penundaan.

Menurut Kabid Humas Polda Kalbar, AKBP Nanang Purnomo pihak Bandara Supadio tanpa melakukan pemeriksaan terlebih dahulu terhadap FN, langsung melimpahkan persoalan itu ke Polresta Pontianak untuk pendalaman selanjutnya.

Kepolisian Resor Kota Pontianak pun langsung melakukan pemeriksaan terhadap FN.

Pelaku, terancam Pasal 437 ayat 1 dan 2 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan.

Pasal 437 ayat 1 itu berbunyi, “Setiap orang yang menyampaikan informasi palsu yang membahayakan keselamatan penerbangan sebagaimana dimaksud Pasal 344 huruf e dipidana dengan pidana penjara paling lama 1 (satu) tahun.”

Sedangkan Pasal 437 ayat 2 berbunyi, “Dalam hal tindak pidana sebagaimana dimaksud pada ayat 1 mengakibatkan kecelakaan atau kerugian harta benda dipidana dengan pidana penjara paling lama 8 tahun.” [ipk]

HMI Menolak Keras Terorisme

Bagikan Ini :