telusur.co.id- Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Yudi Latif angkat suara terkait polemik Perpres Nomor 42 tahun 2018 yang menyebut gaji penjabat BPIP setinggi langit.

Yudi memastikan, tokoh-tokoh yang tergabung dalam BPIP tidak mungkin menuntut soal gaji. Bahkan, mereka juga menjadi korban atas polemik ini

“Jadi, tak patut mendapat cemooh. Begitupun di jajaran pelaksana yang saya pimpin, tak ada yang menghiraukan soal besaran gaji,” kata Yudi dalam keterangannya, Selasa (29/5/18).

Penulis buku “Negara Paripurna” ini menambahkan, posisi Kepala dan Ketua Dewan Pengarah BPIP itu setingkat dengan menteri. Hal tersebut tertuang dalam Perpres tentang BPIP.

“Nyatanya diberi gaji yang berbeda. Tapi, berapa pun saya terima saja.

Pertanyaannya, apakah Dewan Pengarah pantas menerima gaji sebesar itu? Silakan publik menilainya,” tukas dia.[far]

Bagikan Ini :