FOTO: Istimewa

telusur.co.id- Pegawai Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), mulai dari kepala, dewan pengarah hingga tenaga ahli, setelah hampir bekerja setahun belum pernah menerima hak keuangan.

Demikian disampaikan Kepala BPIP Yudi Latif dalam keterangannya, Selasa (29/5/18).

“Hal ini telah membuat banyak tenaga ahli dirundung malang, seperti kesulitan mencicil rumah dan biaya sekolah anaknya,” ujarnya.

Tak hanya itu, tambah Yudi, dukungan anggaran terhadap lembaga BPIP dari negara juga sangat minim. Pada 2017, lembaga ini cuma mengeluarkan sekitar Rp 7 miliar saja.

Kemudian 2018 ini, anggaran juga belum turun. Padahal untuk acara peringatan Hari Lahir Pancasila 1 Juni yang akan datang, pembiayaannya ditimpakan ke BPIP.

“Pertanyaannya, ada apa di balik ini semua? Saya pun tidak mengerti. Karena tidak mengerti mohon maaf tidak bisa memberi keterangan,” pungkasnya.[far]

Bagikan Ini :