Nasir Djamil/Net

telusur.co.id- Putusan bebas Alfian Tandjung menjadi perhatian bagi aparat penegak hukum dalam menangani kasus-kasus dugaan ujaran kebencian.

Anggota Komisi III DPR Nasir Djamil mengatakan, aparat penegak hukum yang memproses kasus Alfian Tandjung sebenarnya bisa dipidanakan.

Sebab, kasus tersebut sudah menguras tenaga Alfian Tandjung dan ternyata tidak terbukti.

“Ini menjadi pelajaran bagi aparat penegak hukum, walaupun sebenarnya dalam konteks moral aparat penegak hukum itu bisa dipidanakan. Karena itu dia (Alfian) sudah makan waktu, tersita waktunya, keluarganya anak-anaknya, selama dia menjalani proses hukum,” ujar Nasir di Komplek Parlemen, Jakarta Pusat, Rabu (30/5/18).

Politikus PKS ini menilai, putusan bebas hakim merupakan bentuk keberaniannya dalam menangani perkara Alfian Tandjung. Berarti, hakim tidak termakan dan tidak terpengaruh oleh informasi yang berseliweran di publik.

“Hakim punya keberanian, dia tdak terbawa arus informasi opini-opini yang berkembang,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Nasir mengusulkan agar kasus-kasus ujaran kebencian tak langsung diproses melalui jalur hukum. Lebih baik mereka diberi ruang untuk berdebat secara terbuka.

“Enggak perlu masuk ke ranah hukum. Kita uji aja lewat sebuah pertemuan. Jadi harus difasilitasi pertemuan seperti itu. Jangan kemudian pendekatan kita pendekatan hukum semata,” tuntasnya[far]

Bagikan Ini :