foto net

telusur.co.id – Kasus E-KTP yang tercecer di Bogor, Jawa Barat masih menyisahkan tanda tanya di masyarakat. Untuk menguak apa yang sebenarnya terjadi, DPR didesak membuat pansus E-KTP.

“Mengingat ruwetnya masalah e-KTP sudah semestinya DPR RI membentuk Pansus e-KTP,” usul Tengku Zulkarnain melalui akun twitternya @ustadtengkuzul, Rabu.

Bahkan, lanjut dia, jika memang diperlukan DPR membentuk forum yang lebih tinggi lagi yakni hak angket, supaya masalah E-KTP terbuka secara terang benderang. “Dan kalau erlu membuat hak angket. Kasus e-KTP lebih misteri dari kasus Mpu Gandring.”

Rumitnya, jelas dia, dari awal kemunculannya E-KTP sudah memakan uang rakyat hingga triliunan rupiah, belum lagi tokoh yang terlibat dalam kasus ini juga elite partai politik, sehingga perlu diungkap sedetail-detailnya. “Mulai dari korupsinya melibatkan tokoh-tokoh besar, belum tuntas, sampai jumlah 805 ribu yang buat geger. Ayo DPR,” ajaknya.

Sebelumnya, publik sempat dihebohkan dengan adanya ribuan e-KTP yang tercecer di ruas Jalan Raya Salabenda, Kecamatan Kemang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat pada Sabtu 26 Mei 2018 lalu.

Ribuan e-KTP tersebut terjatuh dari sebuah truk engkel yang tengah melintas dari arah Kayumanis menuju Parung. Dari hasil penyelidikan, Polres Bogor memastikan bahwa tercecernya e-KTP tidak ada unsur pidana dan murni kelalaian dari ekspedisi. (ham)

Bagikan Ini :