telusur.co.id – Awalnya, Ahmad Hujaemi (40 tahun) pria asal Pandeglang ini berprofesi sebagai pekerja di sebuah industri sepatu. Namun, pada 2009, Hujaemi berketetapan hati untuk menekuni bisnis produk sepatu dan sandal sebagai wirausaha. “Awalnya kerja di sepatu, jadi saya memilih usaha sendiri dan produksi sendiri”, kenang Hujaemi.

Hanya saja, langkah awal Hujaemi tak bisa dibilang ringan. Ternyata, hanya memiliki kemampuan membuat sepatu, tidaklah cukup untuk memulai usaha sepatu. “Kendala utamanya, terkait produksi dan sama permodalan. “Sekarang saya produksi di Pandeglang, sedangkan bahan baku adanya di Jakarta dan Tangerang. Ya,masalahnya jarak. Kalau pesan sepasang, jadi kalau beli minimal berapa pasang dulu, baru berangkat”, ungkap Hujaemi.

Untungnya, tebing curam yang menghalangi Hujaemi menekuni usaha sepatu perlahan-lahan sirna. Pasalnya, pada 2017, dirinya mendapat bantuan permodalan Wirausaha Pemula dari Kementerian Koperasi dan UKM sebesar Rp13 juta. “Saya mengajukan, bikin proposal perencanaan bisnis sepatu, dan Alhamdulillah diterima. Uang itu saya pakai untuk mengembangkan usaha sepatu saya”, imbuh dia.

Dana bantuan itu, kata Hujaemi, sebagian untuk membeli peralatan, sebagian lagi untuk permodalan bahan baku. “Jadi, kita punya stok bahan baku dan juga peralatan. Dan sejak itu, Alhamdulillah, sekarang sudah bisa produksi”, aku dia.

Hujaemi mengakui, dari bantuan yang sudah diberikan langsung itu, kini usaha yang digelutinya perlahan-lahan sudah menghasilkan. “Sangat membantu, tadinya kita produksi 100-200 pasang, sekarang Alhamdulillah mencapai 500 pasang, setelah kita dapat bantuan modal. Jumlah karyawan juga meningkat, dari tiga orang sudah menjadi lima orang”, kata Hujaemi.

Bahkan, omset yang diterima Hujaemi perbulan naik dua kali lipat. Sebelumnya, dia hanya mendapatkan pendapatan bruto sebesar Rp30 juta per bulan, kini pendapatannya bisa mencapai Rp60 juta per bulan.

Untuk pemasaran produknya, selain promosi dari mulut ke mulut, Hujaemi menggunakan media sosial seperti facebook dan Instagram. Tak pelak, pasar produk sepatu buatan Hujaemi tak hanya menghiasi pasar lokal Pandeglang saja, melainkan bisa melanglang-buana hingga ke Bali dan Aceh. [Red]

Bagikan Ini :