Net

telusur.co.id – Aksi massa simpatisan PDI Perjuangan yang mendatangi kantor berita harian Radar Bogor, di Jalan Raya Yasmin, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor, Jawa Barat, mendapat kecaman dari Aliansi Jurnalis Indonesia (AJI).

Ketua AJI Jakarta, Asnil Bambani menilai aksi yang dilakukan sejumlah kader dan simpatisan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan tidak bisa didiamkan. Sebab, keberatan atas pemberitaan harus diselesaikan sesuai Undang Undang Nomor 40/1999 tentang Pers.

“Mengutuk keras aksi kekerasan yang dilakukan kader dan simpatisan PDIP di ruang redaksi,” kata Asnil dalam keterangan kepada wartawan, Kamis (31/5/18).

Dia pun meminta kepolisian mengusut tuntas aksi kekerasan dan memprosesnya secara hukum. Mengingat, simpatisan partai berlambang banteng itu mendatangi kantor berita harian dengan sikap arogan.

Kepada seluruh media massa, dirinya meminta untuk menjunjung tinggi kode etik jurnalistik, dengan memberikan ruang jawab kepada PDI Perjuangan untuk mengklarifikasi juga kasus ini. “Mengimbau semua media menjaga independensi dan mematuhi kode etik jurnalistik.”

Sebelumnya, aksi intimidasi terjadi pada Rabu (30/5/18), sekitar pukul 16.00 WIB. Massa PDIP datang sambil marah-marah, membentak dan memaki karyawan, bahkan mengejar staf yang sedang bertugas. Massa juga merusak sejumlah properti kantor.

Saat keributan pecah, rapat redaksi sedang digelar. Pemimpin Redaksi Radar Bogor Tegar Bagja dan GM Produksi Aswan Ahmad turun ke lokasi, namun makian dan bentakan tak berhenti. Aksi dorong-dorongan juga terjadi. Salah satu staf Radar Bogor juga mengalami kekerasan fisik, dipukul oleh pihak PDIP meskipun sempat ditangkis.

Aksi simpatisan PDI Perjuangan itu dipicu pemberitaan Radar Bogor yang memajang foto Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri dengan judul “Ongkang-ongkang Kaki Dapat Rp 112 Juta”. Bagi massa PDIP, berita tersebut sangat tendensius. [ipk]

Bagikan Ini :