Ilustrasi/Net

telusur.co.id – Dirjen Informasi dan Komunikasi Publik Kementerian Komuikasi dan Informatika (Kominfo) Rosarita Niken Widiastuti mengaku telah memblokir 3.195 konten radikal di sejumlah “platform” media sosial.

“Selama kurang lebih 10 hari kami menemukan dan memblokir 3.195 konten yang mengandung radikalisme, terorisme, di berbagai ‘platform’ media sosial,” ujar dia dalam Forum Merdeka Barat (FMB) 9 di Gedung Kominfo, Jakarta, Rabu (30/5/18).

Niken Menjelaskan, Setelah terjadi aksi teror, Menkominfo Rudiantara telah meningkatan frekuensi penyaringan konten radikal menjadi setiap dua jam sekali dengan mesin AIS tersebut.

Media sosial saat ini, dikatakannya telah menjadi salah satu faktor yang mempercepat radikalisasi oleh kelompok teroris, terlebih di Indonesia, karena sebanyak 53 persen atau sekitar 143 juta penduduk di Tanah Air telah mengakses internet.

Kelompok radikal memanfaatkan media sosial untuk membombardir orang yang sudah direkrut dengan paham radikalisme sehingga paparan paham radikal lebih besar.

“Kalau anak-anak muda yang barangkali wawasannya terbatas dan dibombardir informasi radikal, maka mereka banyak yang kemudian tidak hanya terinformasi, tapi juga berpotensi terinternalisasi paham-paham tersebut,” ucap Niken.

Untuk itu, ia mengimbau masyarakat lebih banyak mengisi dunia maya dengan konten-konten positif yang membangun dan bermanfaat agar energi tidak habis mengurusi hal-hal negatif seperti radikalisme dan terorisme.

“Mari kita gunakan media sosial untuk menyampaikan hal-hal positif, seperti toleransi, penghormatan kepada pihak-pihak lain. Walaupun kecil, itu bisa meningkatkan persatuan,” tutur Niken.[ant]

Bagikan Ini :