telusur.co.id- Ketua Pengadilan Banding Timor Leste Deolindo dos Santos memutuskan koalisi oposisi pimpinan Kay Rala Xanana Gusmao, Change for Progress Alliance (AMP), memenangi mayoritas kursi di parlemen dalam pemilihan. AMP menang dengan angka 49,6 persen suara.

Menanggapi kemenangan kubu Xanana, Menteri Luar Negeri Australia Julie Bishop mengatakan, pihaknya sangat menunggu bekerja dengan pemerintah baru. Yakni membicarakan perjanjian-perjanjian baru terkait menetapkan batas-batas maritim secara permanen.

“Kami menantikan sumpah perdana menteri dan kabinet baru, karena Pemerintah Australia tetap berkomitmen untuk kerja sama antar kedua negara,” kata Julie dalam sebuah pernyataan. yang dikutip dari Australian plus ABC.

AMP dan dua partai lainnya masuk dalam koalisi dari National Congress for Timorese Reconstruction (CNRT) dibawah pimpinan Xanana berhasil meraup 34 dari 65 kursi Parlemen.

Sedangkan, Partai Fretilin pimpinan Perdana Menteri (PM) Alkatiri, kalah telak dengan hasil 34,2 persen suara.

Fretilin sudah memprotes dugaan penyimpangan selama pemungutan suara, namun pengadilan menolak aduan tersebut.

Hasil putusan Pengadilan Banding, kata Fidelis Magalhaes, salah seorang pejabat koalisi AMP, telah memecahkan kebuntuan di Parlemen Timor Leste saat ini.

“Timor Timur harus memiliki pemerintahan yang berdiri. Dipastikan (Pemerintahan) harus berasal dari mayoritas yang menang mutlak,” tegas Magalhaes.

Namun, terkait kembali naik ke tahtanya Xanana ke kursi PM Timor Leste, Magalhaes menolak berkomentar.[far]

Bagikan Ini :