telusur.co.id – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan segera meresmikan Mass Rapid Transit (MRT). Sebanyak 12 gerbong MRT yang sudah berada akan beroperasi pada 8 Juni mendatang.

Dalam Pengoperasian MRT, PT MRT Jakarta akan menggunakan sistem persinyalan canggih, yaitu Communication-Based Train Control (CBTC).

“CBTC ini merupakan sistem kendali kereta berbasis komunikasi dengan frekuensi radio (RF) sebagai komunikasi data antar berbagai subsistem yang terintegrasi,” ujarnya Direktur Utama PT MRT Jakarta, William Sabandar Kamis (31/5/18), sebagaimana dikutip dari laman berita resmi Pemprov DKI, BeritaJakarta.

Alat persinyalan canggih itu dijelaskan William, berasal dari Jepang. Dimana alat tersebutmemiliki dua fungsi utama, yaitu mendeteksi kereta dan memproteksi kereta jika melaju terlalu cepat.

“Dengan alat ini kita bisa mengetahui titik kereta berada setiap detik. Jadi tingkat proteksinya sangat tinggi,” jelasnya.

Sedangkan dari sisi keamanan lanjut William, sistem CBTC akan mendeteksi jika kereta MRT melaju terlalu cepat. Dengan demikian bisa diantisipasi lebih dini. “Sistem persinyalan ini sangat canggih dan aman,” jelas dia.[far]

Bagikan Ini :