Manchester United manager Van Gaal and his assistant Giggs react during their English Premier League soccer match against Leicester City at the King Power stadium in Leicester...Manchester United manager Louis Van Gaal (R) and his assistant Ryan Giggs react during their English Premier League soccer match against Leicester City at the King Power stadium in Leicester, northern England September 21, 2014. REUTERS/Darren Staples (BRITAIN - Tags: SPORT SOCCER TPX IMAGES OF THE DAY) NO USE WITH UNAUTHORIZED AUDIO, VIDEO, DATA, FIXTURE LISTS, CLUB/LEAGUE LOGOS OR "LIVE" SERVICES. ONLINE IN-MATCH USE LIMITED TO 45 IMAGES, NO VIDEO EMULATION. NO USE IN BETTING, GAMES OR SINGLE CLUB/LEAGUE/PLAYER PUBLICATIONS. FOR EDITORIAL USE ONLY. NOT FOR SALE FOR MARKETING OR ADVERTISING CAMPAIGNS

telusur.co.id- Mantan pelatih Manchester United Louis van Gaal mengaku, belum sepenuhnya memaafkan MU. Pasalnya, hingga saat ini Van Gaal masih mengganggur usai dilengser dari kursi kepelatihan “Setan Merah” julukan MU.

Ia menjelaskan, dulu, saat ia melakukan belanja pemain, banyak pihak tak sepakat atas gebrakanya tersebut.

“Saya meminta banyak pemain dengan kualitas terbaik dan tidak mendapatkan yang saya inginkan,” kata Van Gaal seperti dilansir Manchester Evening News, Rabu (28/5/18)

“Saya kecewa dengan beberapa pihak di Manchester United dan mereka tahu hal ini,” tambahnya.

Seperti diketahui, eks pelatih Timnas Belanda ini melatih MU dalam kurun 2014 hingga 2016.

Dalam dua musim, Van Gaal sudah menghabiskan dana 351,3 juta euro atau sekitar Rp 5,69 triliun untuk belanja pemain.

Usai belanja pemain, Van Gaal memang belum terbukti mengangkat derajat klub bermarkas di Manchester itu.

Van Gaal cuma mampu menyumbang gelar Piala FA kepada MU.

Hal tersebut tak mampu menyelamatkan nasib Van Gaal, hingga kontraknya tak diperpanjang dan digantikan oleh Jose Mourinho.[far]

Bagikan Ini :