Foto: Miniatur Kereta Cepat/Net

telusur.co.id – Ketua DPP Partai Demokrat Bidang hukum, Ferdinand Hutahaean mengkritik langkah pemerintah terkait mangkraknya proyek pembangunan kereta cepat yang digagas pemerintahan Joko Widodo (Jokowi).

Dalam akun twitternya Ferdinand menilai janji-janji Jokowi saat kampanye Pilpres 2014 yang akan akan menyelesaikan pekerjaan nya selama lima tahun tak dapat dibuktikan secara keseluruhan.

“Fakta bahwa memang infrastruktur itu tidak mudah. Ingat dulu ada yang bilang masalahnya kecil? Cuma lahan? Budi mengakui proyek Kereta Api Trans Sulawesi ini memang mengalami kendala. Diantaranya, dana investasi yang besar dan juga pembebasan lahan. Diawal pengerjaannya pada tahun 2014, pemerintah pusat bersama pemerintah daerah berjanji akan menyelesaikan sepertiga jalur KA yang berarti 46 km diakhir 2016. Akan tetapi,hingga 2018, pemerintahan Joko Widodo tidak mampu merealisasikan janji itu. Ini yg sering dilupakan.,” ucap dia dalam akun twitter @LawanPoLitikJKW, Sabtu (26/5/18).

BACA JUGA :  Presidium 212 Yakin Habib Rizieq Tak Pulang Besok

Ferdinand menegaskan, Pemerintahan Jokowi harusnya tak sesumbar akan menuntaskan proyek infrastruktur khususnya kereta cepat. Pasalnya janji itu akan selalu diingat rayat Indonesia

“Ternyata memang tidak membangun infrastruktur. Kendala itu banyak. Makanya jangan mudah menuduh dan jangan mudah mengklaim. Pembangunan itu sebuah kesinambungan menggunakan uang negara, jadi tidak layak ada sebuah nama saja yang merasa membangun ini itu. Memang tidak mudah, saya akui tidak mudah. Membangun sebuah rumah saja butuh waktu tahunan. Mulai dari perencanaan dan lain-lain,” imbuhnya.

Tak hanya itu lanjut Ferdinand , salah satu menterinya pun pernah mengatakan bahwa penyelesaian proyek Kerata api cepat merupakan masalah mudah. akan tetapi pada kenyataannya hingg sekarang proyek itu malah mangkrak.

BACA JUGA :  Yang Milih Jokowi Sedikit, Masyarakat Ingin Presiden Baru

“Luhut menjelaskan, molornya penyelesaian proyek kereta api cepat itu dikarenakan masalah-masalah teknis, terutama pembebasan lahan. Namun ia menilai keterlambatan tersebut tak menjadi masalah besar. Masih ingat dulu ada yang bilang masalah lahan itu mudah?,” kata dia.

“Tidak ada yang mudah, semua butuh proses dan waktu. Kecuali bagi orang yang tak ngerti, memang akan bilang mudah. Itu karena ketidak pahaman, karena semua yang paham akan bilang memang butuh waktu. Jadi pahamkan sayang..!!??,” ucapnya kembali.[far]

Like :

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Silahkan masukan komentar anda
Silahkan masukan nama anda disini