Fahri Hamzah/Net

telusur.co.id – Wakil Ketua DPR, Fahri Hamzah merasa kehilangan dengan meninggalnya Prof. Dawam Rahardjo. Menurut dia, sosok Dawan merupakan cendekiawan yang teguh, pikirannya teguh, jalan hidup yang teguh sebagai intelektual publik.

“Beliau adalah sosok panutan bagi anak muda,” ujar Fahri kepada wartawan, kamis.

Diakui Fahri, terakhir dirinya bertemu dengan mas Dawam dalam keadaan mulai sakit-sakitan saat takziah wafatnya Hj Tuti Alawiyah di Jatiwaringin.

“Ia tarik tangan saya ke pinggir. Dalam keadaan lemah ia masih menyampaikan banyak mimpi untuk membangun masyarakat. Rakyat ada dalam darahnya,” kenang politisi asal Nusa Tenggara Barat (NTB) itu lagi.

Sebagai intelektual yang hidup bersama masyarakat, mas Dawam tak hanya peduli dengan isu intelektual, beliau menulis tentang filsafat sampai ekonomi Islam, beliau juga bekerja dalam organisasi, sejak di prisma tahun 1980 sampai menjadi rektor tahun lalu.

“Selamat jalan mas Dawam, semoga Allah SWT menempatkan beliau di siaiNya yg mulia. Kami semua akan menyusul ke haribaanNya.

Dikatakan Fahri, tokoh-tokoh berpengaruh yang telah pergi, sebut politisi dari PKS itu adalah Prof Amin Azis, Adi Aasono, Dawam Rahardjo. Sedang mereka yang masih hidup Prof AM Saefuddin dan Abdillah Taha adalah 5 Pendekar LSM yang sering disebut Pandawa lima.

“Mereka berlima mendirikan PPA, Pusat Pengenbangan Agribisnis untuk membantu UKM. Lima tokoh ini banyak perbedaan, tapi begitu bicara rakyat dan Ummat mereka bersatu. Saya bersyukur sering menonton mereka berdebat terutama di marka PPA di Tebet. Setiap Jumat sore mereka bertemu dan saya diundang untuk mendengar,” bebernya. (ham)

Bagikan Ini :