Azmi Syahputra/Istimewa

telusur.co.id – Dosen Fakultas Hukum Universitas Bung Karno, Azmi Syahputra mengatakan hari Pancasila harus menjadi momentum persatuan bangsa dan memperkokoh makna sejarah bangsa Indonesia.

“Pancasila adalah warisan berkah yang harus dijaga dan dirawat oleh bangsa Indonesia. Pancasila itu digali oleh pendiri bangsa dan dipersembahkan kepada anak bangsa sebagai generasi penerus karena pancasila merupakan dasar bangsa, perekat bangsa, pemersatu bangsa sekaligus kebanggaan bangsa,” ungkap Azmi kepada redaksi telusur.co.id, Kamis.

Dibeberkan dia, Indonesia mempunyai 17.504 pulau, 714 suku, 1100 bahasa daerah, beragam agama budaya namun bisa dipersatukan dengan Pancasila dan menjadi modal sosial sekaligus sumber energi besar bagi sebuah bangsa.

Sehingga jika ditelusuri sejarah penggalian Pancasila ini adalah hasil dari sebuah konsensus nasional dari keresahan pendiri bangsa pada waktu itu guna menjawab apa yang menjadi dasar negara. “Maka digalilah dan melalui perenungan yang panjang ditemukan Pancasila.”

“Inilah yang digali lebih dalam oleh Bung Karno melalui sila silanya yang diuraikan dalam pidatonya tanpa teks pada 1 Juni 1945 untuk mewujudkan sebuah negeri yang dicitakan citakan, negeri yang merdeka, aman, maju sejahtera, bermartabat dan berketuhanan.”

Karenanya dalam era kekinian saat ini, dia mengajak kepada segenap anak bangsa untuk kembali menilik sejarah dan meletakkan Pancasila sebagai gronslag sekaligus auto regulator karena diatas kelima sila inilah bangsa indonesia didirikan.

“Pancasila harus menjadi auto regulator dalam setiap diri manusia Indonesia. Automaticly Pancasila itu harus mengalir dalam denyut nadi setiap diri dan  jadi batu uji  indikator dalam perilaku manusia Indonesia. Sehingga apapun peristiwa dan fenomena kekinian yang terjadi jika didekatkan dengan pancasila pasti selesai dan tujuan bangsa akan tercapai,” ujarnya.

Terakhir, lanjut dia, melalui momentum hari Pancasila tahun ini, perkuat persatuan bangsa, jangan lupakan sejarah karena sebuah bangsa akan hancur jika sejarah dihancurkan atau dilupakan. (ham)

Bagikan Ini :