telusur.co.id – Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menyindir Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) untuk meningkatkan kapasitas dan berbenah diri menjelang Pilkada, Pemilu dan Pilpres.

Hal tersebut, lantaran Bareskrim Mabes Polri sudah mengeluarkan Surat perintah pemberhentian penyidikan (SP3) kepada PSI terkait kasus dugaan pelanggaran kampanye diluar jadwal yang sudah ditetakan.

“Mungkin, ini momentum baik bagi Bawaslu untuk meningakatkan melakukan intropeksi diri dan efaluasi karena peran bawaslu ini sangat signifkkan untuk mematangkan demokrasi kita,” ujar Sekjen PSI Raja Juli Antoni di DPP PSI, Jakarta, Jumat (1/6/18).

Menurut Juli, laporan yang dilayangkan Bawaslu ke Polri sangat lemah dasar hukumnya bila dijadikan sebuah kasus pidana.

“Setelah Bawaslu masukan laporan ke Bareskrim, kami percaya bahwa tidak cukup argumen. Tidak cukup alasan membawa kasus ini pidana,” tukasnya.[far]

Bagikan Ini :