telusur.co.id – Kegiatan Bagi-bagi sembako yang dilakukan pihak Istana dianggap satu kepanikan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Pasalnya, mantan Walikota Solo itu akan mencalonkan kembali di Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019.

Demikian disampaikan Presiden Gerakan Pribumi Indonesia (Geprindo), Bastian P Simanjuntak dalam keterangan yang diterima redaksi telusur.co.id, Sabtu malam (2/6/18).

“Bayang-bayang kekalahan semakin nyata. Tindakan yang tentunya menciderai semangat demokrasi sekaligus sangat memalukan karena dilakukan oleh pemimpin yang mengkampanyekan revolusi mental,” ucapnya.

Dijelaskan, Bastian bagi-bagi sembako yang dilakukan Jokowi sebelumnya juga pernah ditegur Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) pada Selasa (10/4/18).

“Bawaslu pernah menyampaikan agar Jokowi menghentikan kegiatan bagi sembako ke daerah-daerah karena mengarah pada kampanye,” terang dia.

“Malam ini (2/6/2018) kegiatan itu kami dapati dikawasan Jakarta Utara, salah satunya RW 04 Kel. Ancol Kec. Pademangan,” lanjutnya.

Oleh sebab itu, Geprindo mengecam pembagian sembako dengan embel-embel istana. Jokowi juga sudah seharusnya malu, karena pembagian sembako menunjukkan kegagalan mengatasi kemiskinan.

“Jokowi sebaiknya menggunakan cara jujur dalam berkompetisi, fokus saja menepati janji-janjinya dimasa lalu. Jika merasa gagal dan tidak bakal dipilih lagi sebaiknya Jokowi mundur, tak perlu menyuap rakyat dengan sembako,” kata dia.

Selain itu dirinya juga mendesak Bawaslu dan jajaran menghentikan kegiatan yang cenderung mencuri start kampanye.

“Harus ada tindakan tegas dari Bawaslu dan jajarannya, siapapun pelakunya harus diberi sanksi. Indonesia adalah negara hukum, semua sama dihadapan hukum walaupun sering beda dihadapan hakim,”.[far]

Bagikan Ini :