Gembong Warsono/Net

telusur.co.id – Fraksi PDI Perjuangan di DPRD DKI Jakarta belum mengetahui hasil kajian Pemerintah Provinsi DKI, yang berujung pada rencana penjualan saham di PT. Delta Djakarta.

Maka dari itu, Fraksi PDI Perjuangan belum dapat memutuskan apakah setuju atau tidak dengan niat Pemprov DKI pimpinan Anies Baswedan-Sandiaga Uno tersebut.

“Kita belum tahu soal kajiannya, jadi saya belum dapat bicara banyak soal itu,” kata Ketua Fraksi PDIP DKI, Gembong Warsono saat dihubungi telusur.co.id, Minggu (3/6/18).

Disampaikan Gembong, jika alasan penjualan saham Pemrov di perusahaan pembuat bir itu karena persoalan halal dan tidak, maka buka menjual saham tetapi Pemprov harus menutupnya.

“Jadi apa yang disampaikan pak Ketua (Ketua DPRD DKI Prasetio Edi), benar. Kalau tidak halal, ya harus ditutup,” kata Gembong yang juga Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi DKI Bidang Pemenangan Pemilu.

Dirinya mengingatkan Anies-Sandi, kalau mau yang halal, sebagaimana yang disampaikan Gubernur dan Wakil Gubernur, maka semua tempat hiburan seharusnya dilarang menjual bir.

Bagi Gembong, alasan Anies dan Sandi agar mendapatkan utung yang halal, hanya ingin dikesankan islami semata.

“Supaya kelihatan islami betul,” kata dia.

“Kalau mau menunjukan itu bukan menjual (saham), tapi menutup (perusahaan pembuat bir). Kalau dari sektor hiburan (pendapatan Pemprov DKI) kan yang dijual bir juga,” kata dia.

Sebelumnya, keputusan Pemprov DKI untuk melepas saham di PT. Delta Djakarta, dianggap tidak tepat oleh Ketua DPRD DKI Jakarta, Prasetio Edi Marsudi.

Prasetio tetap pada keyakinannya, jika perusahaan pembuat bir itu adalah perusahaan ‘sehat’ yang bisa memberi pemasukan untuk Pemprov DKI. Dan menurutnya, perusahaan itu tidak pernah merugikan Pemprov DKI. Maka dari itu, seharusnya saham tidak perlu dilepas.

“Ini perusahaan sehat yang bisa (memberi) pemasukan. Kalau itu bermasalah, nggak apa-apa (dilepas sahamnya),” kata politikus PDI Perjuangan itu.

Dia meminta Pemprov DKI Jakarta, di bawah Gubernur dan Wakil Gubernur Anies Baswedan-Sandiaga Uno, tidak mempersoalkan masalah haram dan halal.

Jika persoalannya adalah halal dan haram, maka seharusnya Anies dan Sandi bukan menjual sahamnya, melaikan menutup perusahaan pembuat bir tersebut.

“Jadi jangan dijual, tutup saja perusahaannya, pabriknya ditutup saja.” [ipk]

Bagikan Ini :