Foto: PressTV

telusur.co.id – Razan al-Najjar, wanita yang bertugas sebagai tenaga medis asal Palestina itu tewas setelah ditembus timah panas, di perbatasan Israel-Palestina pada hari Jumat (1/6/18).

Dia tewas saat sedang membantu seorang demonstran yang terluka. Tiba-tiba beberapa orang tentara Israel melancarkan serangan, dengan menembakkan 2 sampai 3 timah panas ke arah demonstran. Satu peluru menembus dada Najjar dan membuatnya tewas seketika.

Kepergian Najjar membawa duka bagi yang ditinggalkannya. Shabreen Al-Najaar, ibunda Najjar mengungkapkan, kepergian sang putri akan meninggalkan kekosongan besar di rumah.

“Saya ingin dunia mendengar suara saya… Apa kesalahan anak saya?” kata Shabreen saat diwawancarai Associated Press.

Dikutip dari The Washington Post, dalam pemakaman wanita berusia 21 tahun itu, terlihat ribuan warga Palestina berdatangan. Dalam iring-iringan pelayat, terlihat pula sejumlah pekerja medis berseragam yang merupakan rekan kerja dari Razan.

Tak tertinggal, ayah Najjar, Ashraf al-Najjar juga terlihat, dia membawa jaket berdarah milik putrinya tersebut.

Terkait tewasnya Najjar, oleh Pasukan Pertahanan Israel (IDF), Militer Israel mengaku sedang menyelidikinya.

“Kasus-kasus di mana seorang warga sipil diduga telah dibunuh oleh tembakan IDF. Secara menyeluruh diselidiki oleh eselon perintah yang relevan dan diperiksa oleh mekanisme pembekalan staf umum, dan akan dilakukan berkenaan dengan tuduhan saat ini,” kata penyataan pejabat Israel

IDF mengklaim para militan Palestina telah menyerang dengan tembakan dan granat. Sehingga pihaknya melakukan aksi balasan dengan melakukan tembakan sesuai dengan peraturan.

Militer Israel menyatakan bahwa mereka telah melakukan prosedur operasional untuk mengurangi jumlah korban di sepanjang pagar perbatasan. Pihaknya juga mengklaim telah berulang kali memperingatkan warga untuk tidak mendekati pagar dan mengambil bagian dalam aksi demonstrasi Hamas.

“Sayangnya mereka menempatkan anak-anak dan perempuan muda di garis depan, untuk bertindak sebagai perisai manusia demi terwujudnya tujuan Hamas,” ujar penyataan itu.

Tewasnya Najjar, menambah daftar panjang korban tewas dari pihak Palestina. Selain itu, dia adalah wanita kedua dan petugas medis kedua yang tewas oleh tembakan IDF.

Najjar adalah seorang sukarelawandi Palestinian Medical Relief Society, sebuah lembaga NGO bidang kesehatan. Najjar merupakan satu dari 115 orang yang terbunuh di aksi protes yang berlangsung sejak bulan Maret lalu. [ipk]

Bagikan Ini :