telusur.co.id – Bekas Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Suryadharma Ali mengajukan Peninjauan Kembali (PK) terhadap vonis 10 tahun penjara yang dikenakan kepadanya karena terbukti melakukan tindak pidana korupsi pelaksanaan ibadah haji. Namun, SDA masih merahasiakan novum barunya.

“Tidak mungkin dong orang mengajukan tanpa alasan, dan bukti. Lihat nanti ya sabar,” ungkap Suryadharma kepada wartawan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Senin.

Dia mengungkapkan mengajukan PK dengan harapannya mendapat keadilan terhadap kasus yang dialaminya. “Saya tidak tahu ada kekhilafan (hakim) atau apa. Intinya orang diadili bukan diadili dengan peraturan yang benar,” kata Suryadharma

Seperti diketahui, Suryadharma Ali pada 11 Januari 2016 divonis oleh majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Tipikor Jakarta selama 6 tahun ditambah dengan pidana denda sebesar Rp300 juta subsider tiga bulan kurungan.

Selanjutnya pada Juni 2016, majelis banding Pengadilan Tinggi Jakarta memperberat hukuman Suryadharma Ali menjadi 10 tahun penjara ditambah denda Rp300 juta ditambah pencabutan hak politik untuk menduduki dalam jabatan publik selama 5 tahun terhitung sejak Suryadharma selesai menjalani masa pemidanaan.

Sebelum SDA, sudah ada dua orang terpidana lain adalah mantan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum dan mantan Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari.

Suryadharma adalah terpidana KPK ketiga yang mengajukan PK ke pengadilan pasca pensiunnya hakim Agung Artidjo Alkostar pada 22 Mei 2018 lalu. (ham)

Bagikan Ini :