Net

telusur.co.id – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Perindustrian dan Energi telah mencabut 63 pohon imitasi yang terpasang di Jakarta Pusat.

Menurut Kepala Dinas Perindustrian dan Energi DKI Jakarta, Yuli Hartono pencabutan pohon dilakukan karena Gubernur DKI, Anies Baswedan dibully di media sosial.

Pohon-pohon tersebut, saat ini telah disimpan ke gudang, hal itu dilakukan lantaran dirinya tak ingin memperkeruh suasana. Namun jika diperintahkan untuk kembali memasangnya, Yuli dan jajarannya siap memperindah Jakarta dengan pohon imitasi seharga Rp 8 juta per pohon itu.

Yuli mengaku menyayangkan polemik di medsos yang sudah tak bisa terbendung. Padahal yang menjadi masalah hanya dua dari 63 titik pohon imitasi karena menghalangi pejalan kaki.

Dia pun kembali menyayangkan perdebatan yang justru lebar ke sisi anggaran. Padahal, kata dia, anggaran pengadaan pohon imitasi itu bukan di zaman Anies Baswedan, melainkan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

“Juni 2017 masih siapa? Ahok kan?” kata Yuli.

“Jakarta ini aneh, nggak boleh bagus. Bagusnya zaman dulu doang,” kata dia.

Sebelumnya, pemasangan pohon imitasi di trotoar Jalan MH Thamrin dan Jalan Medan Merdeka memicu polemik di media sosial. Perdebatan bermula saat para pejalan kaki mengeluhkan pohon yang ditanam di trotoar sehingga mengganggu jalan.

Lalu perdebatan merembet ke urusan anggaran. Harga pohon imitasi sekitar Rp 8 milyar dikritisi karena dinilai menghamburkan uang. [ipk]

Bagikan Ini :