telusur.co.id – Calon Presiden Sam Aliano menduga, ada pihak atau lawan politik yang tidak senang melihat keberhasilannya dalam membangun sistem aplikasi pendaftaran umrah gratis kepada masyarakat. Akibatnya, baliho pencapresannya berlokasi di Buncit, Pancoran, Jakarta Selatan, dirusak oleh lawan politik.

“Ini ancaman teror dari kubu-kubu politik karena saya berhasil membuat sistem aplikasi pendaftaran umrah gratis yaitu Presiden Umrah. Presiden Umrah ini bisa download dari play store,” kata Sam Aliano dalam keterangannya, Senin (4/6/18).

Sam menilai, lawan politik itu takut karena Ketua Asosiasi Pengusaha Muda Indonesia (APMI) ini membuktikan bahwa program yang dia janjikan ke masyarakat telah tersedia.

Bahkan, saat ini masyarakat sudah mulai bisa mendaftar umrah gratis di aplikasi presiden Umrah tersebut.

“Mereka khawatir saya bisa jadi presiden karena masyarakat mulai daftar umrah gratis melalui aplikasi Presiden Umrah. Mereka khawatir atas kahadiran aplikasi pendaftaran itu yang akan mudah menarik simpatik rakyat,” ungkapnya.

Terkait dengan aksi perusakan baliho, Sam menegaskan, sudah masuk ranah kriminal dan sang pelaku harus mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Pihaknya akan melaporkan kejadian itu ke kepolisian, demi mencari tahu pelaku dan alasan pengrusakan.

“Saya ancam akan melaporkan pelaku perusak baliho hari Selasa. Setelah sebelumnya saya beri waktu 2×24 jam untuk pelaku menyerahkan diri, Saya harap pelaku segara tangkap dan mengaku suruhan siapa,” tuntasnya.[far]

 

Bagikan Ini :