telusur.co.id – Striker Nice, Mario Balotelli mengaku sakit hati ketika diacuhkan oleh timnas Italia selama empat tahun. Kali terakhir penyerang bengal ini berseragam timnas ketika dia membantu Gli Azzurri berkancah di Piala Dunia 2014. Setelah itu, namanya diabaikan.

Setelah Italia menunjuk Roberto Mancini sebagai pelatih baru, Super Mario akhirnya kembali mendapatkan kepercayaan untuk berada di skuat timnas.

Kepercayaan yang diberikan eks pelatihnya di Inter Milan dan Manchester City itu dibayar lunas oleh Balotelli. Dalam laga persahabatan kontra Arab Saudi yang berakhir kemenangan Italia 2-1, Balotelli turut mendonasi gol.

Setelah itu, Balotelli kembali terlibat ketika Italia kalah 3-1 dari Prancis baru-baru ini.

Sang penyerang mengaku kecewa ketika dia dicampakkan dari timnas selama empat tahun, namun kini dia fokus merajut mada depan.

“Saya marah diabaikan oleh Nazionale,” ungkap Balotelli dalam konferensi persnya.

“Tidak ada gunanya berbicara tentang masa lalu sekarang, karena kita harus mulai lagi dan melihat ke masa depan. Itu mengecewakan saya bahkan saya tidak dipertimbangkan, tetapi tidak ada pemikiran yang baik tentang itu sekarang.

“Antonio Conte benar untuk tidak memanggil saya selama Euro 2016, karena secara fisik saya tidak dalam kondisi yang baik. Giampiero Ventura berbicara kepada saya tentang mengapa saya tidak dipanggil, tetapi saya tidak benar-benar memahami alasannya. Saya menghormati pilihannya.

“Saya memiliki ide tentang mengapa dia tidak memanggil saya, tetapi saya akan menyimpannya untuk diri saya sendiri,” pungkas mantan striker Inter Milan dan Liverpool tersebut. (ham)

Bagikan Ini :