Foto: net

telusur.co.id – Ketua Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI), Edy Sofyan mempertanyakan kebijakan pemerintah soal impor beras jilid II sebesar 500 Ribu Ton

“Kebijakan menteri perdagangan terkait impor beras jilid II sebesar 500 Ribu Ton masih perlu ditinjau ulang mengingat stok beras untuk masyarakat indonesia masih cukup,” ujar Edy dalam keterangannya, Senin (4/6/18).

Menurut Edy, tindakan impor beras yang dilakukan pemerintah sangatlah melukai dan tidak pro kepada petani Indonesia. Pasalnya, saat ini petani indonesia tengah memasuki panen raya.

“Petani sekarang sudah memasuki panen raya dan pastinya impor beras yang dilakukan pemerintah akan berimbas kepada kesejahteraan petani indonesia,” tegasnya.

PB HMI, kata Edy, bersedia duduk bersama dalam rangka membahas kebijakan pemerintah terkait impor tersebut.

“Kami dari PB HMI meminta dalam hal ini pemerintah terkait untuk menjelaskan secara mendetail terkait kebijakan impor beras tersebut yang disinyalir akan berdampak sistemik terhadap kesejakteraan petani indonesia,” tuntasnya.

Sebelumnya, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengungkapkan impor beras itu dilakukan bukan untuk penambahan dari impor beras yang dilakukan sebelumnya, tetapi ini telah disetujui dalam rapat koordinasi terbatas antara Kementerian Koordinator bidang Perekonomian, Kementerian Pertanian, Kementerian Perdagangan dan Kementerian BUMN pada Februari lalu.

Menko Perekonomian RI Darmin Nasution dalam pernyataannya menyebutkan bahwa kebijakan impor beras jilid II sebesar 500 Ribu Ton ini dilakukan dalam rangka menjaga stabilitas harga pasar.

Sedangkan pernyataan Direktur Utama Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Bulog) Budi Waseso mengungkapkan bahwa walaupun Bulog telah mendapatkan Surat Persetujuan Impor (SPI) dari Kementerian Perdagangan, bukan berarti Bulog mesti langsung melaksanakan perintah mengimpor beras dengan kuota yang telah disepakati.

Dan, Direktur Jendral tanaman pangan Kementerian Pertanian Gatot Irianto mengatakan hal yang sama, jika  tambahan impor beras tidak diperlukan lantaran stok beras di gudang. [ipk]

Bagikan Ini :