Net

telusur.co.id – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Nusa Tenggara Timur, akan melantik calon gubernur Marianus Sae jika terpilih dalam pemungutan suara 27 Juni 2018 mendatang, meskipun berstatus tersangka.

Hal itu diungkapkan juru bicara Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Nusa Tenggara Timur Yosafat Koli kepada wartawan, Senin.

“Tetap dilantik jadi Gubernur NTT periode 2018-2023, kecuali pada saat pelantikan calon terpilih, Marianus sudah divonis bersalah dan sudah ada keputusan hukum berkekuatan tetap,” kata Yosafat Koli.

Dia mengemukakan hal itu, berkaitan dengan nasib calon Gubernur NTT, Marianus Sae yang kini ditahan Komisi Pemberantasan Korupsi atas dugaan tindak pidana korupsi, jika dipercayakan oleh rakyat daerah itu untuk memimpin NTT lima tahun ke depan.

Marianus Sae yang berpasangan dengan Emilia Nomleni diusung PDI Perjuangan dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dalam konstetasi Pilgub NTT.

Menurut Yosafat Koli, kalaupun Marianus Sae sudah dilantik, tetapi jika sudah ada keputusan hukum tetap maka otomatis Wakil Gubernur yang ditunjuk menjadi Gubernur NTT.

“Setelah atau sebelum dilantik tetapi Marianus sudah menjalani hukuman tetap, maka otomatis wakilnya akan dilantik menjadi Gubernur NTT,” katanya.

Setelah pelantikan wakil, partai pendukung dapat mengusulkan calon untuk dipilih oleh DPRD NTT untuk posisi wakil gubernur, kata Yiosafat Koli menambahkan. (ant)

Bagikan Ini :