Ketua Fraksi Partai Golkar, Mechias Markus Mekeng/Net

telusur.co.id – KPK akan memanggil beberapa nama pejabat untuk dimintai keterangan, terkait penyidikan kasus korupsi proyek e-KTP.

Adapun mereka yang akan dipanggil yakni, Agun Gunandjar Sudarsa (anggota Komisi III DPR), Melchias Marcus Mekeng (mantan Ketua Banggar DPR), Mirwan Amir (mantan Wakil Ketua Banggar DPR), dan Khatibul Umam Wiranu (mantan anggota Komisi II DPR).

Keempatnya sudah hadir di gedung Merah Putih KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Senin (4/6/18).

Selain keempatnya, KPK berencana memeriksa politikus Partai Golkar Bambang Soesatyo. Namun Bamsoet menyatakan tidak bisa hadir. Alasannya, karena benturan dengan berbagai kegiatan kedewanan.

“Saya ingin datang ke sana (KPK) supaya cepat selesai. Keterangan apa yang dibutuhkan dari saya, saya akan memberikan seluas-luasnya sejauh yang saya pahami, lihat, dan ketahui. Namun karena benturan dengan berbagai kegiatan kedewanan protokoler seperti hari ini (tidak bisa),” kata Bamsoet di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (4/6/18).

Bamsoet menjelaskan ada berbagai kegiatan yang harus dihadiri hari ini. Karena itu, ia tidak mungkin memenuhi panggilan KPK hari ini. Dia mengaku sudah menyampaikan hal ini kepada KPK. Bamsoet meminta dijadwalkan pemanggilan ulang.

Nama Bamsoet sebelumnya disebut oleh penyidik KPK Novel Baswedan sebagai salah satu orang yang menekan mantan anggota DPR Miryam Haryani. Dalam keterangan awalnya, Miryam mengaku ditekan oleh beberapa koleganya di DPR agar tak membocorkan perihal pembagian uang proyek e-KTP.

Para kolega yang dimaksud Miryam yakni Bamsoet, Desmond J. Mahesa, Sarifuddin Suding, Masinton Pasaribu, dan Azis Syamsuddin. Belakangan, dia mencabut keterangan awal yang disampaikannya. [ipk]

Bagikan Ini :