Ilustrasi/Net

telusur.co.id – Bekas pejabat Badan Intelijen Pertahanan Amerika Serikat, Ron Rockwell Hansen ditangkap Biro Investigasi Federal (FBI), karena diduga membelot ke Cina dengan memata-matai negaranya sendiri.

Dia ditangkap saat berada dalam perjalanan menuju bandar udara internasional Tacoma di Seattle, dengan pesawat yang dijadwalkan terbang ke Cina.

Hal itu sebagaimana disampaikan pejabat Departemen Kehakiman setempat, sebagaimana dikutip dari Reuters, Selasa (5/6/18).

Departemen Kehakiman AS menuding Hansen berupaya mengirim informasi pertahanan nasional kepada Cina dengan imbalan ratusan ribu dolar AS. Bersamaan dengan itu, dia secara gelap bertindak sebagai agen bagi pemerintah di Beijing.

Terkait itu, juru bicara Kementerian Luar Negeri Cina, Hua Chunying mengaku tidak mengetahui perkara tersebut.

“Namun, tentu saja akhir-akhir ini banyak persoalan yang muncul antara Cina dengan Amerika Serikat. Kami berpendapat bahwa Cina dan Amerika Serikat adalah dua negara besar yang seharusnya lebih banyak memperkuat kerja sama dan rasa saling percaya,” kata Hua kepada wartawan.

Dalam kasus baru yang diumumkan pada Senin, kejaksaan mengatakan bahwa Hansen menguasai dengan lancar bahasa Mandarin dan Rusia.

Dia menjabat sebagai petugas jaringan para agen di Badan Intelijen Pertahanan dan pada saat bersamaan aktif di militer pada 2000-2006. Dia kemudian meneruskan jalur karirnya sebagai karyawan sipil dan sebagai pegawai kontrak.

Hansen juga memegang akses terhadap rahasia tinggi negara selama bertahun-tahun.

Pemerintah AS mengatakan bahwa di antara tahun 2013 sampai 2017, Hansen terbang pulang pergi ke Cina untuk menghadiri berbagai macam konferensi sekaligus memberikan informasi yang didapatnya kepada badan intelijen Cina.

Dia dibayar melalui transfer, uang tunai, dan kartu kredit. Dia juga diduga melanggar hukum karena menjual teknologi yang tidak boleh diekspor.

“Tindakannya adalah pengkhianatan terhadap keamanan negara dan rakyat Amerika,” kata John Demers, kepala Divisi Keamanan Nasional Departemen Kehakiman Amerika Serikat.

Menurut catatan pengadilan, FBI mulai menginvestigasi Hansen mulai pada 2014 tanpa diketahui oleh tersangka. Dia bahkan sembilan kali berpartisipasi dalam pertemuan sukarela dengan FBI.

Dalam pertemuan itu, Hansen mengatakan kepada FBI bahwa Cina berupaya merekrut dirinya.

Sekedar informasi, Hansen bukanlah yang pertama ditangkap dengan dugaan pembelotan, menjadi mata-mata Cina.

Pada awal tahun ini, bekas petugas CIA Jerry Chun Shing Lee didakwa berkonspirasi untuk mengumpulkan dan mengirimkan informasi pertahanan nasional kepada Cina.

Selain itu, bekas pegawai intelijen Amerika Serikat bernama Kevin Mallory kini tengah menjalani pengadilan di Virginia, juga karena diduga menjual informasi rahasia kepada Beijing. [ipk]

Bagikan Ini :