Ilustrasi/Net

telusur.co.id – Ketua Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kota Surabaya, Hadi Margo membenarkan ada salah satu tempat ibadah atau musala di kawasan Babat Klumprik, Wiyung, yang digunakan sebagai posko tim relawan salah satu pasangan Cagub dan Cawagub Jatim.

Namun, karena tidak ada yang melapor, maka Panwaslu belum bisa menindaklanjutinya. “Jika ada warga yang melaporkan ya kami tindak lanjuti saat itu juga,” katanya.

Saat ditanya apakah kejadian itu saat ini masih bisa dilaporkan, Hadi Margo mengatakan sudah tidak bisa lagi karena bukti berupa spanduk yang dipasang di musala telah dicopot. “Karena, itu juga bagian dari upaya pencegahan,” katanya.

Kendati begitu, Hadi mengakui jika beredar foto di media sosial yang menggunakan musala sebagai salah satu posko pemenanga . “Kami langsung menelusurinya,” kata

Menurut dia, Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam) Wiyung telah menemukan musala yang diduga sempat dijadikan posko oleh tim relawan pemenangan pasangan nomor satu Cagub dan Cawagub Jatim, Khofifah Indarparawansa dan Emil Dardak.

Hanya saja, lanjut dia, pihaknya tidak bisa melakukan tindakan terhadap pelanggaran berupa rumah ibadah yang digunakan sebagai tempat kampanye karena pada saat ke musala tersebut, spanduk bertuliskan “Posko Tim Relawan Khofifah-Emil Wiyung Surabaya” sudah dicopot.

“Minggu (3/6) malam, spanduk tersebut sudah dicopot. Itu setelah foto yang beredar di media sosial sempat viral,” katanya. (ant)

Bagikan Ini :