Hamka/Foto : Net

Oleh : Prof.Dr.Hamka – Dalam menempuh hidup, kita selalu berjumpa dengan jalan sulit yang tidak dapat dipecahkan, bagaimanapun kepercayaan kepada diri sendiri. Semakin lama semakin terasa bahwa kekuatan manusia terbatas. Shalat dan ibadah adalah sumber kekuatan yang sangat besar bagi pribadi.

Dengan shalat, pribadi yang awalnya lemah, memperoleh kekuatan kembali. Penyatupaduan tempat menumpukan kepercayaan.

Jenderal Eisenhowe,r ketika memimpin tentara sekutu untuk menaklukan Hitler di medan perang Eropa, telah memulai pekerjaan besar dan dahsyat dengan “sembahyang”. Bacaan sembahyang (doanya) dicetak dan disiarkan pada seluruh tentara Amerika yang ikut ke medan perang dan dilakukan bersama dalam upacara besar di bawah pimpinan pendeta pendeta tentara.

Eisenhower yakin bahwa pekerjaan ini tidaklah dapat dimenangkan semata mata oleh tenaga manusia dan senjata yang lengkap. Di atas semua itu adalah izin dari Yang Maha Kuasa. Benar benarlah bertemu pada diri Eisenhower  ucapan yang  biasa disebut kalangan agamawan “ Ihtiar dijalankan sehabis daya, adapun hasilnya diserahkan kepada izin Tuhan”. Eisenhower sendiri adalah seorang penganut Kristen Prysbeterian yang taat.

Sudah jelaslah bahwa segala pribadi mencari sandaran yang kuat dan kukuh, yang tidak akan dapat beranjak lagi. Sandaran itu bukan benda karena benda pun akan terganjak, sebab di atas yang kuat dan kuasa masih ada yang lebih kuat dan kuasa. Di sinilah rahasia kemenangan pribadi orang yang beragama. Mengambil sumber kekuatan pribadi dari Tuhan.

Ketika beberapa orang negarawan besar berkumpul di masa perang dunia II, merencanakan usaha untuk menghancurkan kekuatan Hitler, Stalin bertanya kepada Churchill, “ Seberapa besar kekuatan tentara Paus di Roma hingga ia dimasukan dalam pertemuan ?”. Pertanyaan Stalin itu sampai juga ke telinga Paus Pius XII di Roma, Ia pun berkata “ Sampaikan kepada anakku Stalin, bahwa tentaraku terlalu banyak di langit. Merekalah yang menentukan kalah atau menang dalam peperangan ini”.

Memang, Paus  Pius XII diakui oleh selutuh dunia—baik oleh kawan,lawan, ataupun oleh pemeluk agama lain yang berbeda kepercayaan dengan kaum Katholik—bahwa ia adalah seorang berpribadi besar, bahkan, namanya tercatat dalam daftar orang-orang yang mengisi sejarah abad kedua puluh. (Isk).

 

Sumber : Prof.Dr.Hamka “Pribadi Hebat”, Penerbit : Gema Insani, 2014

 

Bagikan Ini :