telusur.co.id – Kwartir Nasional (Kwarnas) Gerakan Pramuka mengutuk keras tindakan Israel yang membunuh seorang paramedis Palestina, Razan Al Najjar.

Hal itu disampaikan Ketua Kwarnas Gerakan Pramuka Adhyaksa Dault dalam keterangannya persnya ke telusur.co.id, Rabu (6/6/18).

“Laknatullah untuk Israel yang membunuh Razan Al Najjar. Dan semoga Allah SWT merobek-robek Israel. Mari kita sisihkan waktu kita untuk shalat ghaib dan memanjatkan doa untuk Razan Al Najjar dan rakyat Palestina, karena tidak ada satu pun kekuatan yang mampu menembus dinding takdir kecuali kekuatan doa,” kata dia.

Razan Al Najjar ialah relawan paramedis yang tergabung dalam Organisasi Pertolongan Kedokteran Palestina (Jam’iyyah Ighatsah al-Thibbiyah al-Filisthiniyyah). Ia ditembak ketika menolong para demonstran yang terluka di Khan Younis, Gaza Selatan.

Menpora era presiden Susilo Bambang Yudoyono (SBY) ini, menegaskan, aksi biadab tentara Israel itu merupakan bentuk kejahatan kemanusiaan. Israel telah melanggar Konvensi Jenewa tahun 1949 yang menyatakan dalam kondisi perang sekali pun, paramedis harus dilindungi saat menjalankan tugasnya, apalagi yang terjadi di Gaza bukan perang, tapi demonstrasi rakyat Palestina terhadap Israel.

Lebih lanjut, Adhyaksa memaparkan, negara pertama yang mengakui kemerdekaan Republik Indonesia adalah Palestina dan Mesir. Karena itu, Pramuka meminta PBB bertindak tegas terhadap aksi biadab Israel kepada warga Palestina. Ia juga meminta pemerintah Indonesia mendorong PBB untuk bertindak tegas.

“Solidaritas pada Palestina sama dengan menjalankan amanat konstitusi 1945. Bunyi baris pertama pembukaan konstitusi RI, kemerdekaan adalah hak segala bangsa. Dan jasmerah, jangan sekali-kali melupakan sejarah, bahwa Palestina pernah bantu kita,” tuntasnya.[far]

Bagikan Ini :