telusur.co.id- Presiden Joko Widodo, menegaskan, kenaikan tunjangan kinerja TNI-Polri sekitar 70 persen tidak ada motif politis.

“Tidak ada yang namanya TNI Polri itu politik. Enggak boleh ke mana-mana, sudah jelas,” kata Jokowi di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Selasa (5/6/18).

Menurut Jokowi, sudah sering dirinya menyampaikan ke Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahyanto dan Kapolri Jenderal Tito Karnavian agar kedua institusi itu tidak berpolitik praktis.

“Saya tekankan berkali-kali kepada Panglima, Kapolri semuanya selalu saya tekankan (TNI-Polri tak berpolitik),” tambanhnya.

Namun, yang harus dijalankan TNI-Polri, kata Jokowi, ialah politik kenegaraan yang mana keduanya hanya berpihak kepada rakyat dan pemerintah, bukan kubu tertentu.

“Politik TNI dan Polri adalah poltik untuk negara. Negara itu siapa? Rakyat, pemerintah yang sah,” tuntasnya.

Seperti diwartakan, Jokowi telah mengumumkan TNI-Polri akan naik tunjangan kinerjanya sebesar 70 persen dan akan direalisasikan pada Juli nanti.

Selain itu, Babinsa juga akan naik pendapatan operasionalnya. Dimana, Babinsa yang memperoleh pendapatan terkecil Rp310.000 mendapat Rp2.700.000. Babinsa yang memperoleh pendapatan terbesar Rp1.335.000 mendapat Rp3.600.000.[far]

Bagikan Ini :