Foto: net

telusur.co.id – Ketua Umum DPP APKLI, Ali Mahsun secara tegas menolak gagasan koalisi keumatan di Pemilu 2019. Baginya, koalisi keumatan berpotensi memecah bela NKRI.

“Laksana sungai, landasan dasar Indonesia sudah final, sudah tuntas. Soal agama, suku, ras dan etnik ada Pancasila dan Bhineka Tunggal Ika. Jadi tidak perlu dipersoalkan apalagi dijadikan komoditas politik hanya demi kekuasaan belaka,” ujar Ali melalui keterangan tertulisnya, Kamis.

Oleh karena, selaku Ketua Umum DPP APKLI yang memimpin agenda besar Revolusi Kaki Lima Indonesia, atas nama APKLI dan PKL diseluruh tanah air menolak dengan tegas gagasan koalisi keumatan dalam Pilpres RI 2019.

Kata dia, walau hal tersebut adalah hak politik, namun dapat memicu makin meruncingnya bola salju isu agama dalam Pilpres RI 2019 yang bisa membahayakan eksistensi NKRI berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.

“Jangan bermain api soal isu agama karena sangat berbahaya bisa bubarkkan Indonesia,” tegas dia.

APKLI tidak pernah ikhlas, tidak akan pernah rela dan tidak akan membiarkan siapa saja, baik anak bangsa sendiri mau pun bangsa asing yang bermaksud memecah belah bangsa Indonesia dengan dalih dan alasan apapun.

Bersama ini pula, APKLI mendesak segenap pimpinan partai politik untuk jernih gunakan hati terdalam dalam mensikapi gagasan koalisi keumatan dalam Pilpres RI 2019.

APKLI tegaskan kembali, bersama PKL, Pelaku Ekonomi Rakyat dan Kawulo Alit seluruh Indonesia, APKLI ada digarda depan bentengi kesatuan dan persatuan bangsa. “Serta pertahankan eksistensi NKRI berdasarkan Pancasila dan UUD 1945, apapun resikonya bahkan nyawa pun jadi taruhannya”, pungkas Ali.

Diketahui sebelumnya, Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto dan Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais bertemu pentolan Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Syihab. Disusul PKS yang bertemu di Arab Saudi, Mekkah, Selasa (5/6) malam kemarin.

Dalam pertemuan tersebut Rizieq meminta kepada Prabowo, Amien Rais, dan Ketua Majelis SyuroSalim Segaf Al-Jufri, politisi PKS Abu Bakar Alhabsy serta Juwaini agar segera berkoalisi menjelang Pilpres 2019. Tidak hanya Gerindra dan PAN serta PKS, Rizieq juga meminta agar partai Islam pun ikut berkoalisi. (ham)

Bagikan Ini :