telusur.co.id- Project Director Muhammadiyah Tobacco Control Center (MTCC) UMY, Supriyatiningsih, mengatakan, jumlah perokok Indonesia itu adalah terbesar di negara-negara ASEAN (Asia Tenggara)

Hal tersebut berdasarkan data The Tobacco Atlas 3rd pada 2009 lalu, dimana persentasenya sekitar 46,16 persen atau setengah dari penduduk di ASEAN.

“Indonesia itu tertinggi 46,16 Persen, dibawahnya ada Filipina 16,62 persen,” ujar Upi, sapaan karib Supriyatiningsih, dalam Workshop¬†kampus tanpa rokok di UMY Yogyakarta, Kamis (7/6/18).

Supriyatiningsih menjelaskan, angka perokok perempuan di Tanah Air per tahun mengalami peningkatan dari 0,7 persen hingga 2,9 persen. Sedangkan laki-laki dua dari tiga diantara mereka adalah perokok.

Selain itu, Upi mengaku prihatin, perokok di Indonesia, sekitar 40 persen nya adalah orang miskin. Dimana, mereka menggunaka 60 persen penghasilannya untuk memberik rokok. Apalagi, rokok di Indonesia termasuk termurah di dunia.

Indonesia, sambung Upi, merupakan dua dari 180 negara yang belum menandatangani tentang pertembakauan.

“Dua negara yang belum menandatangani, salah satunya ya Indonesia,” tuntasnya.[far]

Bagikan Ini :