Foto/Net

Oleh : Abu Hanifah – Mengerjakan puasa Ramadhan, merupakan kewajiban bagi umat Islam yg beriman. Hal ini sesuai dengan perintah Allah Subhannahu wa Ta’ala dlm firman-NYA. (QS. 2 : 183).Tentu bagi setiap muslim yang sudah dewasa akhil baligh. Derajatnya puasa Ramadhan, sama dengan sholat, zakat dan haji bila mampu. Merupakan sebuah kewajiban yang harus dikerjakan oleh setiap orang. Karena ia adalah rukun Islam. Kalau sholat, dikerjakan lima kali sehari. Sedangkan Puasa Ramadhan, dikerjakan selama satu bulan full dalam satu tahun.

“Wahai Muhammad, siapa yang mendapati bulan Ramadhan dan dia tidak mendapatkan ampunan, lalu dia masuk neraka. Maka jauhkanlah saya Ya Allah dari itu. Katakanlah Aamiin. Maka Nabi menjawab : Aamiin.” (HR. Bukhori & Muslim).

Oleh karena itu, untuk melakukan puasa Ramadhan ada beberapa syarat. Antara lain, puasa harus di kerjakan oleh seseorang yang beragama Islam. Kemudian yang bersangkutan harus sudah akhil baligh atau dewasa. Dan dikerjakannya dalam bulan Ramadhan. Mulai sejak terbit fajar hingga terbenam matahari. Menahan diri dari makan dan minum. Serta menahan diri dari hubungan suami istri. Puasa hanya bisa di jalankan oleh orang yang tidak dalam kondisi terlarang, misal sedang menstruasi.

Agar puasa dapat diterima sebagai amal ibadah, kita bukan hanya tidak makan, minum dan hubungan badan dengan istri. Tetapi seluruh yang ada pada diri. Harus menahan dari segala macam perbuatan yang tidak pantas. Akal pikiran dan hati. Tidak ada pikiran jahat untuk berbuat sesuatu. Lidah, tangan, telinga, mata serta kaki, di tahan untuk tidak melakukan perbuatan yang dilarang agama Islam. Apabila masih melakukan perbuatan terlarang. Maka sia-sia puasa yang dilakukannya. Kita hanya nendapatkan lapar dan haus saja.

Apabila seluruh anggota badan telah berpuasa. Menahan diri untuk tidak berbuat sesuatu yang dilarang agama. Maka Insya Allah amal ibadah puasa kita di terima. Dan diri kita menjadi org yang bertakwa. Yaitu orang yang tidak ada keraguan pada Al Qur’an, beriman kepada yang ghaib, mendirikan sholat, menafkahkan sebagian rezkinya. Dan yakin akan adanya kehidupan akhirat. *(QS. 2: 2-5).Orang yg menepati janji, sabar dlm kesempitan dan penderitaan. Inilah org yg benar imannya dan itulah org yg bertakwa. (QS. 2 : 177).

Amal ibadah puasa Ramadhan yg diterima, krn adanya keimanan yg kuat kpd Allah, Al Qur’an, Malaikat, Rasul-rasul dan kehidupan akhirat. Selalu mengerjakan sholat wajib dan sunat, membaca Al Qur’an, puasa wajib dan sunat serta rajin berzikir. Orangnya rendah hati, sabar, pemaaf dan tdk sombong. Amalan sosialnya tdk pernah tinggal. Seperti sedekah, berzakat, ringan tangan membantu sesama. Selalu menyambung silaturahim. Serta senantiasa mengajak ke jalan kebenaran dan menjauhi kemungkaran.

Salam dari

*abu hanifah*

Bagikan Ini :